BREAKINGNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, menginginkan bertemu dengan pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, dalam waktu dekat guna membahas sejumlah masalah untuk memulihkan hubungan diplomatik, termasuk soal penculikan warganya.

"Saya sendiri akan langsung menghadapi Pemimpin Kim Jong-un untuk menyelesaikan masalah nuklir dan rudal Korea Utara, serta masalah penculikan. Saya akan mengusahakan normalisasi diplomatik dengan menyelesaikan masa lalu yang tidak menguntungkan," tutur Abe, seperti dikutip AFP, Selasa (29/1/2019). Dalam pidato kebijakan utama pada pembukaan Parlemen, Senin (28/1), Abe berjanji akan mendorong hubungan Korut-Jepang ke tahap baru. Akan tetapi, dirinya tidak menjabarkan lebih lanjut mengenai potensi waktu pertemuannya dengan Kim.

Pernyataan ini bertolak belakang dengan sikap Abe tahun lalu. Alih-alih melakukan pendekatan dengan berdamai, Abe berjanji akan memaksa Korut untuk mengubah kebijakannya terkait nuklir melalui pendekatan keras. Jepang dan Korea Utara hingga saat ini belum memiliki hubungan diplomatik yang resmi. Kedua negara diselimuti ketegangan dan permusuhan sejak awal era Korut terbentuk.

Perundingan untuk normalisasi politik sudah pernah dilakukan antara Korut dan Jepang di awal tahun 1990 silam. Akan tetapi, perundingan tersebut tidak berhasil dikarenakan Pyongyang menuntut kompensasi atas kerusakan selama penjajahan pasca Perang Dunia II. Di sisi lain, Jepang berkeras bahwa Korut harus menyelesaikan masalah nuklir terlebih dulu sebelum membahas kompensasi.

Penculikan warga Jepang oleh agen pemerintah Korut pada 1997 hingga 1983 silam juga semakin mengobarkan ketegangan antara kedua negara. Selama bertahun-tahun, Korut terus membantah tudingan penculikan tersebut, tetapi pada akhirnya mengakui pada 2002.

Abe telah lama berkampanye untuk menyelesaikan pertikaian-pertikaian ini. Tidak hanya ingin memperbaiki hubungan diplomatik dengan Korut, Jepang juga dikabarkan sedang menjalin pendekatan perdamaian dengan Cina. Setelah mengunjungi Presiden Cina, Xi Jinping di Beijing tahun lalu, Abe mengatakan hubungan antara kedua negara telah kembali normal. Xi pun diperkirakan akan melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Jepang pada tahun ini.

Jepang yakin kunjungan Xi dapat menjadi kunci keberhasilan G-20, yang akan digelar di Jepang tahun ini. Hubungan Jepang dan Cina sempat retak pada 2012, ketika kedua negara berebut terlibat sengketa wilayah. Hingga pertemuan tahun lalu, kedua negara tidak melakukan banyak upaya untuk memperbaiki hubungan. "Saya akan sangat mengejar hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga untuk era yang baru, untuk membuat Asia timur laut menjadi tanah perdamaian dan kemakmuran yang stabil," tuturnya.