BREAKINGNEWS.CO.ID – Ketua umum Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB), Ayep Zaki menilai Indonesia dapat dikatakan maju jika kondisi kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran bagi rakyak Indonesia sudah berjalan sesuai amanah UU 1945. Menurut Ayep, kondisi inilah yang sampai saat ini belum terpenuhi seutuhnya.

Oleh sebeb itu, Ayep Zaki menyampaikan jika eksistensi kesenjangan ekonomi dan social dalam sebuah Negara, menjadi sebuah fakta bahwa pemahaman manusia terhadap ilmu adalah terus berkembang. “Hakikat ilmu adalah suatu rangkaian keterangan yang didukung oleh faktanya, dan dengan ilmu pula manusia mengerjakan kebenaran, dan di Bumi Pertiwi Indonesia ini, hakikat kebenaran yang hakiki adalah milik Tuhan Yang Maha Esa,” kata Ayep Zaki dalam keterangan tertulisnya,

Ayep Zaki mengilustrasikan kemakmuran Indonesia ini, dapat dikatakan seperti sebuah pohon, dan pohon sangat tergantung pada tumbuh kembang akar, dalam sebuah media tanam yang kaya akan unsur hara yang dibutuhkan pohon. Kenyataan tersebut artinya, kemakmuran di Indonesia bisa tumbuh subur bila sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Indonesia mengalami pertumbuhan yang baik.

Pernyataan Ayep Zaki di atas sejalan dengan pokok pikiran KH Ma’ruf Amin dalam sistem ekonomi berkeadilan yang digagasnya! Dan juga relevan dengan pidato Presiden Joko Widodo, pada 16 Agustus 2017 silam:

“Pada tahun ketiga, pemerintah bergerak lebih maju lagi, fokus pada kebijakan pemerataan ekonomi yang berkeadilan. Tahun 2017 ini adalah tahun kerja bersama untuk pemerataan ekonomi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita ingin seluruh rakyat Indonesia, di seluruh pelosok tanah air bisa merasakan manfaat dari pembangunan secara merata. Kita ingin para petani, nelayan, buruh, ulama, pedagang pasar, tokoh agama, guru, aparatur sipil Negara, TNI, POLRI, pers, budayawan, mahasiswa, dan lainya bisa bergerak bersama, maju bersama, sejahtera bersama.”

Sebelumnya Presiden RI pertama Soekarno pernah berpesan, “Rakyat Indonesia akan mengalami celaka, bencana, dan malapetaka, dalam waktu dekat kalau soal makanan rakyat tidak segera terpecahkan. Sedangkan soal makan rakyat ini bagi kita adalah soal hidup dan mati.”

Menilik pernyataan KH Ma’ruf Amin dalam acara Konsolidasi Organisasi Menjelang Satu Abad Nahdlatul Ulama di Pontianak,Kalbar, (15/9). “berdasar sila kelima itulah Arus Baru Ekonomi Indonesia akan berusaha mengkikis disparitas antara kaum pemilik modal besar dengan modal kecil, antara produk global dan local, serta antara yang kaya dan yang miskin.”

Hal tersebut di atas adalah sejalan dengan program FKDB Ayep Zaki yang telah dikerjakan dalam skala terbatas guna membangun Pohon Kemakmuran Indonesia dan membantu pemerintah dalam mensukseskan program tersebut, yaitu dengan peningkatan produktifitas para petani hingga 35%, yaitu dengan menggunakan temuan baru Teknologi Nutrisi Esensial yang telah terbukti dan berhasil di 16 Provinsi selama setahun ini.

Ayep Zaki merasa optimis dengan program ini, 3 sd 5 tahun kedepan, Ketahanan Pangan Nasional Indonesia akan segera terwujud. Karena selama ini, uji coba teknologi ini tidak dengan menggunakan APBD/APBD, cukup dengan regulasi pemerintah melalui instansi-instansi terkait, yang saling mendukung.

Secara detail dan lengkap Ayep Zaki bersama FKDB Bursatani siap mensukseskan Era Baru Ekonomi Indonesia Maju bersama seluruh masyarakat yang mendambakan tercapainya Indonesia Maju.