BREAKINGNEWS.CO.ID -  Laga terakhir Universitas Pelita Harapan (UPH) di fase penyisihan Pul A menjadi yang paling ketat. Dalam perhelatan LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018 hari keempat  Jumat (29/6/2018), sang tuan rumah harus meladeni perlawanan keras Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bhakti Pembangunan (STIE BP).

Setelah menaklukkan telak UNJ 100-14 pada Selasa (26/6), kali ini, UPH harus bersusah payah mendulang poin. Pasalnya, pertahanan STIE BP di kuarter pertama berhasil menyulitkan sang tuan rumah. Akhir kuarter pertama mencatatkan selisih lima poin, dengan keunggulan sementara UPH 15-10.

Tambahan delapan poin dari sang kapten, Fardan Al Furqaan(8), membuat STIE BP berhasil mengimbangi kedudukan menjadi 20-20. The Eagles pun memanas. Saling mengejar poin terjadi di kuarter kedua ini. STIE BP bahkan sempat unggul 22-20 dari tuan rumah. Namun, di akhir kuarter kedua, UPH kembali merebut keunggulannya dengan skor 27-25.

Pada lima menit pertama kuarter ketiga, tim asuhan Bennedict Nicollo, STIE BP, masih dapat mengimbangi permainannya atas UPH. Skor imbang 32-32 membuat UPH menggeliat. Pada akhirnya, di kuarter ketiga ini, The Eaglas kembali mencuri poin. Skor 39-32 untuk UPH mengakhiri kuarter ketiga.

Kuarter ketiga menjadi titik balik UPH untuk mendominasi laga. Lawan terlihat panik, terlihat dari banyaknya kesalahan yang tercipta dari kubu STIE BP. Beberapa poin dihasilkan UPH dari foul yang tercipta oleh STIE BP.

UPH akhirnya memperjauh keunggulannya atas STIE BP. Berhasil mengatasi perlawanan sang lawan, Sang Elang pun akhirnya memenangi laga ini dengan skor akhir 57-48. “STIE BP lebih kuat dan agresif daripada UNJ, sehingga susah untuk dikalahkan. Di dua kuarter pertama, kami terlalu menganggap remeh pertandingan, sehingga kami tidak bermain dengan urgensi dan tekanan. Akhirnya, di kuarter selanjutnya kami baru menyadari bahwa ini menjadi laga penting,” ungkap Stephen Metcalfe, pelatih UPH.

UPH menjadi juara fase grup, dan akan melangkahkan kaki ke semifinal, mewakili Pul A. Di Pul B, masih tersisa satu laga penentu juara klasemen, yaitu antara Universitas Esa Unggul (UEU) dan Institut Perbanas. “Semua tim memiliki peluang yang sama di semifinal. Jadi, siapa pun nanti lawan kita, baik UEU ataupun Perbanas, mereka berpeluang mengalahkan kami, sehingga kami harus mempersiapkan diri lagi,” tambah Metcalfe.