BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemerintah Rusia menawarkan diri mereka untuk memfasilitasi dialog antara pemerintah Venezuela dengan oposisi guna mencapai kesepakatan untuk mengatasi krisis politik dan ekonomi di negara Amerika Selatan itu.

"Kami sudah menjalin kontak sangat penting dengan pemerintah negara tersebut dan siap memberikan layanan fasilitasi proses menemukan jalan keluar situasi negara tersebut," ujar Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Rusia, Sergei Ryabkov, seperti dikutip Reuters, Selasa (12/2/2019). Ryabkov kemudian menuturkan bahwa Rusia sudah membuat sejumlah proposal penyelesaian krisis di Venezuela, akan tetapi tidak menjabarkan lebih lanjut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergei Lavrov, menghubungi Menlu Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, untuk memberikan peringatan kepada Washington agar tidak melakukan intervensi di Venezuela, termasuk dengan menggunakan militer. Krisis politik di Venezuela memanas setelah pemimpin oposisi, Juan Guaido, mendeklarasikan diri sebagai presiden interim (sementara) di tengah unjuk rasa anti-Maduro besar-besaran pada 21 Januari 2019 lalu.

AS dan 50 negara lain memberi dukungan kepada Juan Guaido, yang juga memegang jabatan sebagai Presiden Majelis Nasional Venezuela, badan parlemen negara tersebut. Menurut AS, Majelis Nasional merupakan satu-satunya lembaga negara Venezuela yang dipilih langsung oleh rakyat. Gelombang penolakan Maduro semakin deras setelah dirinya menang dalam pemilu yang dianggap tidak resmi karena sang presiden menghalalkan segala cara agar mencapai puncak kekuasaan.

Menurut oposisi, salah satu kecurangan Maduro tersebut adalah dengan mendirikan lembaga Konstituen Nasional, badan negara yang mengambil alih kewenangan Majelis Nasional. Warga pun khawatir Maduro akan tetap berkuasa di tengah krisis ekonomi hingga Venezuela dihantam hiperinflasi, kondisi yang menyengsarakan rakyat. Meskipun demikian, Rusia dan sejumlah negara lainnya, seperti Cina, tetap mendukung Maduro sebagai presiden yang resmi mengucap sumpah jabatan.