BREAKINGNEWS.CO.ID - Dua ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto, terus digenjot latihan intensif menjelang berlaga di Asian Games 2018. Porsi latihan difokuskan pada tiga hal, yaitu tehnik, penguatan fisik, dan kebugaran.

Tiga porsi latihan itu digeber saat tim ganda campuran pelatnas menjalani program persiapan khusus selama enam hari di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, 5-11 Agustus. Program latihan tersebut juga akan diteruskan setelah mereka kembali ke Pelatnas Cipayung.

“Yang ditingkatkan itu latihan fisik sirkuit, gym, dan kelincahan gerak di lapangan. Tetapi porsinya memang lebih banyak program teknik. Minggu depan sudah masuk program volume rendah tapi intensitas tetap tinggi. Para pemain harus jaga kondisi serta motivasi yang selama ini sudah bagus, harus terus dijaga," ungkap Richard, seperti dilansir situs PBSI, Sabtu (11/8/2018).

"Untuk persiapan nonteknis, sudah berjalan setiap hari di pelatnas, sudah dikontrol Pak Rachman (Widohardhono, Psikolog PBSI). Kami juga minta masukan dan wejangan dari para legenda seperti Koh Chris (Christian Hadinata)," tambah Richard.

Tak hanya dua ganda campuran ini saja yang berlatih di Kudus, tetapi seluruh tim pelatnas utama juga ikut berlatih di Kudus sekaligus menjadi tim pendukung/sparring bagi Tontowi/Liliyana dan Ricky/Debby.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Ronald Alexander/Annisa Saufika, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, beserta tim ganda campuran lainnya, juga ikut berlatih di Kudus. Asisten Pelatih Ganda Campuran Vita Marissa juga ikut serta dalam sesi persiapan khusus ini.

"Anak-anak bilang latihan di sini sangat melelahkan, padahal programnya kurang lebih sama dengan yang di Jakarta. Mungkin terasa beda karena mereka benar-benar fokus latihan dan nggak kemana-mana, semua sudah disiapkan di sini. Jadi hari-hari cuma diisi latihan, makan, istirahat," kata Richard.

Sektor ganda campuran menjadi salah satu andalan tim bulutangkis Indonesia untuk mendulang medali emas di Asian Games 2018. Harapan Indonesia tersampir di pundak Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Apalagi, bagi Liliyana ini menjadi Asian Games terakhir sebelum gantung raket.