BREAKINGNEWS.CO.ID – Tiga Olimpian yang tergabung dalam komonitas Indonesia Olimpian Association (IOA), Anton Suseno, Yudhi Sulistianto dan Rosiana Tendean menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) Senam yang terletak di kawasan GOR Ragunan, dan pelatnas Squash di Gelora Bung Karno, Jakarta pada Sabtu (11/8/2018). Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan suntikan motivasi tambahan kepada atlet Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2018.

Ajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang tinggal menyisahkan tujuh hari kedepan. Sebagai tuan rumah tentu Indonesia ingin agar para atletnya dapat meraih prestasi gemilang di pesta olahraga terbesar di Asia ini. Berbagai persiapan para atlet pun terus digenjot untuk menaikan perfoma yang sudah ada. Namun hal tersebut terasa kurang jika mereka tak dibekali dengan berbagai motivasi tambahaan dari pada mantan atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia di kacah Intenternasional.

Anton Suseno, Rosiana Tendean, dan Yudi Sulistianto berikan arahan pada atlet senam 

Untuk itu, para olimpian Indonesia merasa perlu untuk terlibat memberikan motivasi tambahan kepada seluruh atlet untuk menaikan semangat juang mereka dengan dibekali berbagai ilmu dan pengalaman yang dipunyai para olimpian agar membatu mereka memenuhi semua target yang telah dipasang jauh-jauh hari. “Jadi kita ini olimpian menyebar keseluruh cabang olahraga yang akan berpatisipasi di Asian Games. Hari ini saya dan Rosiyana Tendean (Olimpian bulutangkis) dan Yudi Sulistianto (Olimpian Judo) melakukan kunjungan ke pelatnas senam dan Squash,” buka Anton kepada Breakingnews.co.id.

“Kehadiran kita ini untuk memberikan motivasi kepada mereka para atlet , sehingga mereka bisa lebih berprestasi dari apa yang ditargetkan. Jadi kita tak menuntut hanya medali emas saja, namun bagaimana kita bisa menaikan prestasi mereka. Contohnya kalau targetnya rengking delapan, ya bisa naik jadi rangking enamkan itu bagus,” Ia melanjutkan.

Trio Olimpian saat berfoto bersama para atlet Squash Indonesia

“Atlet-kan butuh tambahan wawasan atau ilmu dan motivasi. Ilmukan bukan hanya kepada para atlet, namun para pelatih juga perlu. Jadi kita sebagai senior yang pernah juara mencoba menyaimpakan kiat-kiat yang kita punya agar mereka dapat keluar sebagi juara,” ungkap Anton yang tak lain merupakan mantan atlet tenis meja andalan Indonesia yang pernah berjaya di berbagai multieven olahraga pada era 1990an ini.

“Logikanya begini, sama seperti manusia jika diturunkan ke hutan belantara pasti mereka akan bertanya, jalan keluarnya lewat mana? Maka dari itu, kita yang sudah tahu jalan keluarnya memberikan arahan yang benar untuk dapat keluar, dalam hal ini sebagai juara,” paparnya.