BREAKINGNEWS.CO.ID – Satu faktor eksternal berupa penundaan tariff impor barang  dari China ke dalam negeri AS membuat  rupiah dan Indeks  bergerak positif. Dua indicator ekonomi dalam negeri tersebut sama-sama berakhir di zona hijau saat penutupan perdagangan Rabu (14/8/2019).

Rupiah menguat 80 poin atau 0,56 persen menjadi Rp14.245 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.325 per dolar AS. "Penangguhan sementara dalam perang perdagangan mendukung penguatan mata uang rupiah tetapi kemungkinan optimisme sudah memudar karena tidak ada solusi cepat untuk pertikaian perdagangan, yang telah mengancam pertumbuhan ekonomi global," kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Seperti dikutip laman Antaranews.com, presiden AS Donald Trump pada Rabu (14/9/) WIB pagi membatalkan tenggat waktu 1 September hingga Desember untuk pengenaan tarif 10 persen pada impor produk China yang tersisa, menunda bea pada ponsel, laptop dan barang-barang konsumsi lainnya, dengan harapan mengurangi dampaknya terhadap penjualan AS.

Meski begitu, negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China telah maju dan berkembang. Begitu banyak investor dan analis telah mengurangi harapan untuk resolusi dalam waktu dekat.

Rupiah pada pagi dibuka menguat Rp14.235 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.220 per dolar AS hingga Rp14.253 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.234 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.283 per dolar AS.IHSG ditutup menguat dipicu penangguhan tarif AS terhadap China

Hal serupa juga diikuti oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

 Indeks  ditutup menguat 56,37 poin atau 0,91 persen ke posisi 6.267,34. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 10,59 poin atau 1,08 persen menjadi 986,93. "Kebijakan Trump  untuk menunda pemberlakuan tarif impor 10 persen terhadap produk-produk impor dari China yang dimulai pada 1 September mendatang merupakan katalis positif bagi meningkatnya kepercayaan diri dari para pelaku pasar untuk bertransaksi di pasar modal," kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama.

Dibuka menguat, IHSG nyaman berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau net foreign sell sebesar Rp573,84 Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 527.125 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,96 miliar lembar saham senilai Rp8,47 triliun.

Sebanyak 250 saham naik, 161 saham menurun, dan 131 saham tidak bergerak nilainya.