BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemerintah Iran dituding telah menggunakan kedutaannya untuk merencanakan sebuah aksi teror di Eropa. Tudingan tersebut dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo. Dia juga memperingatkan Teheran bahwa tindakannya memiliki “harga yang sangat tinggi” setelah mengancam akan mengganggu pasokan minyak negara Timur Tengah tersebut.

Pompeo mengeluarkan pernyataan ini selama perjalanan singkat ke Uni Emirat Arab (UEA). Pompeo menyambangai sekutu AS itu untuk menuntaskan pembicaraan selama tiga hari terkait menanggulangi ancaman dari Iran dan kekurangan pendapatan minyak. “Baru pekan lalu ada orang-orang Iran ditangkap di Eropa sedang mempersiapkan diri untuk melakukan rencana teror di Paris, Prancis. Kami sudah melihat perilaku buruk ini di Eropa,” kata Pompeo dalam wawancara dengan Sky News Arabia, Rabu (11/7/2018).

Tim AS pada pembicaraan di Arab Saudi, dipimpin oleh direktur perencanaan kebijakan Departemen Luar Negeri AS, Brian Hook, membuat titik fokus pada penangkapan seorang diplomat Iran awal bulan ini yang dikirim ke Wina. Diplomat itu diduga terlibat dalam rencana pemboman oposisi Iran yang melakukan demonstrasi di di Prancis pada 30 Juni lalu, menurut seorang pejabat senior AS.

Penangkapan di Jerman itu terjadi setelah beberapa orang Iran dihentikan di Belgia dan pihak berwenang memberikan laporan menemukan bahan peledak di mobil mereka. Iran membantah keterlibatan dan menyatakan tuduhan terhadap diplomatnya dimaksudkan untuk mengakibatkan kerusakan hubungannya dengan Uni Eropa.

Pejabat AS itu mengatakan Washington memberikan perhatian sangat serius penangkapan diplomat Iran tersebut. AS melihat sebagai bukti bahwa Iran menggunakan perwakilan diplomatiknya di Eropa dan tempat lain sebagai kedok untuk merencanakan serangan teroris. Ia pun menampik tudingan Iran yang menyatakan hal itu adalah operasi false flag yang dimaksudkan untuk menuduh Iran melakukan aksi terorisme.

Seorang konselor di kedutaan Iran di Austria, Assadollah Assadi, ditangkap pada 1 Juli, sehubungan dengan dugaan rencana pemboman konferensi kelompok oposisi yang didukung AS, Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) di Prancis. Dua warga negara Belgia asal Iran ditangkap karena dicurigai berencana melakukan pemboman.