BREAKINGNEWS.CO.ID – Penyanyi asal Amerika Serikat, Stefani Joanne Angelina Germanotta atau yang dikenal sebagai Lady Gaga, rupanya tidak sanggup untuk menahan rasa kesalnya melihat keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang hingga saat ini masih menutup kegiatan pemerintahan.

Dalam pertunjukan konser residensi Enigma yang diselenggarakan pada 19 Januari 2019 malam lalu, Lady Gaga meluapkan kekesalannya saat membawakan lagu 'Million Reasons'. "Dan presiden Amerika Serikat sialan itu dapat menempatkan kembali pemerintahan kita pada urusannya," kata Lady Gaga tiba-tiba saat membawakan lagu. "Ada orang yang hidup dari gaji ke gaji dan kini membutuhkan uang mereka," lanjutnya.

Penutupan pemerintahan AS oleh Trump tercatat sudah masuk hari ke-31 per Senin (21/1/2019). Penutupan pemerintah ini menjadi yang terlama dalam sejarah Negeri Paman Sam. Presiden AS Donald Trump sebelumnya berkeras melanjutkan penutupan pemerintah dikarenakan Kongres tidak juga menyetujui proposal anggaran pembangunan tembok perbatasan AS dengan Meksiko yang ia gagas.

Kondisi ini terjadi ketika pemerintah AS dan Kongres tidak berhasil menyepakati anggaran negara yang akan dicairkan. Akibatnya, pemerintah berhenti menyediakan sejumlah layanan publik sehingga para pegawai negeri sipil terpaksa cuti tanpa digaji.

Sekitar 800 ribu pegawai negeri terkena imbas penutupan pemerintah kali ini dan terpaksa menganggur tanpa upah sampai pemerintah mengucurkan anggaran. Upah bagi pegawai honorer juga tidak cair saat pemerintahan tutup, padahal mereka tetap harus membayar sejumlah tagihan.

Usai meluapkan kemarahannya kepada Trump, Lady Gaga juga mengeluarkan kekesalannya kepada Wakil Presiden AS, Mike Pence. Mike Pence menjadi perbincangan di AS baru-baru ini usai sang istri kembali bekerja sebagai guru seni paruh waktu di sekolah Immanuel Christian School di Springfield, yang secara lugas melarang siswa dan karyawan dari kelompok pergerakan sosial lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ).

"Dan untuk Mike Pence, yang mengira dapat diterima bahwa istrinya bekerja di sekolah yang melarang LGBTQ, Anda salah," kata Lady Gaga. "Anda mengatakan kami tidak boleh mendiskriminasi umat Kristen, Anda adalah representasi terburuk dari apa yang dimaksud dengan menjadi seorang Kristen," lanjutnya.

"Saya adalah seorang wanita Kristen dan apa yang saya tahu tentang Kristen adalah kami tak memiliki prasangka dan semua orang disambut. Jadi pahami semua hal memalukan itu Tuan Pence, dan berkacalah barangkali Anda menemukan jawabannya," kata Gaga. Usai 'ngedumel', Lady Gaga kembali melanjutkan penampilannya. "Okay, saya minta maaf, saya marah-marah sebentar di sini," katanya, dikutip dari Variety. Lady Gaga telah lama dikenal sebagai musisi yang aktif menyuarakan hak kelompok LGBTQ dan anak muda korban perundungan. Dirinya juga memiliki yayasan yang bergerak dalam bidang tersebut dan menyuarakan masalah kesehatan mental.