BREAKINGNEWS.CO.ID -  Kabar akan tercapainya kata sepakat antara AS dan Cina dalam hal  perang dagang keduanya, memberi sentiment positif bagi nilai tukar rupiah. Pada akhir perdagangan Senin (18/2/2019), nilai tukar rupiah tercatat pada posisi Rp14.107 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 47 poin atau 0,33 persen dari posisi akhir pekan lalu di level Rp14.154 per dolar AS.

Tak hanya rupiah, sejumlah mata  uang utama negara-negara Asia turut terangkat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat 0,11 persen, dolar Singapura menguat 0,04 persen, won Korea 0,27 persen, Peso Filipina 0,08 persen, baht Thailand 0,03 persen, dan yuan China 0,08 persen.

Sementara yen Jepang dan rupee India melemah masing-masing 0,11 persen dan 0,24 persen. Begitu juga halnya dengan mata uang negara maju. Dolar Australia tercatat menguat 0,17 persen terhadap dolar AS, sementara poundsterling Inggris dan Euro sama-sama menguat 0,15 persen dan 0,12 persen.

Sore ini, mata uang negara maju juga kompak bergerak menguat terhadap dolar AS. Euro menguat 0,1 persen, poundsterling Inggris menguat 0,9 persen, franc Swiss menguat 0,14 persen, dolar Australia menguat 0,11 persen, dolar Kanada 0,11 persen, dan rubel Rusia menguat 0,1 persen.

Analis Monex Investindo Faisyal menjelaskan penguatan rupiah saat ini lebih banyak didorong oleh faktor eksternal berupa pelemahan dolar AS. Dolar melemah akibat kemungkinan segera tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan China.  "Sentimen juga didukung oleh optimisme pasar atas soft Brexit, karena Perdana Menteri Theresa May akan berkunjung ke Brussels. Sentimen juga muncul karena tidak ada shutdown AS," terang dia.

Sementara sentimen negatif masih berasal dari faktor eksternal dan internal, seperti kenaikan harga minyak dan data defisit neraca perdagangan. "Neraca perdagangan kemarin sudah diabaikan investor, tetapi karena itu penguatan rupiah hari ini terbatas. Mungkin yang membatasi rupiah lainnya adalah kenaikan harga minyak global," jelas dia.

IHSG

Tak hanya rupiah,  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari pertama perdagangan pekan ini   ditutup menguat 1,7 persen ke level 6.479.

Di buka di level 6.428, IHSG pada perdagangan hari ini sempat bergerak di rentang 6.425 hingga 6.501. Adapun pada perdagangan di pasar uang, rupiah tercatat menguat 44 poin ke Rp14.110 per dolar AS.

 Asing tercatat banyak melakukan beli bersih pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sementara aksi jual bersih gencar dilakukan asing pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT JAPFA Tbk, (JPFA), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Adapun secara keseluruhan, sebanyak 264 saham mengalami kenaikan, 148 saham turun, dan 118 tidak berubah.