BREAKINGNEWS.CO.ID – Dua pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) menyebut pemerintah Iran sudah melakukan uji coba misil antikapal jarak pendek pada pekan lalu. Itu dilakukan dalam bagian latihan singkat yang digelar oleh angkatan laut di dekat Selat Hormuz.

Melanjutkan komentarnya perihal aktivitas militer terbaru Iran, pejabat tinggi AS itu menilai bahwa latihan serta uji coba misil tersebut ditujukan untuk mengirim pesan ke AS bahwa, Negeri Para Mullah tidak terpengaruh oleh berbagai jeratan sanksi ekonomi Amerika Serikat. Demikian seperti dilansir ABC News, Senin (13/8/2018). Menurut seorang pejabat AS, Iran menembakkan sebuah varian rudal balistik jarak dekat, Fatah-110, yang dimodifikasi sebagai misil antikapal, di sekitar Selat Hormuz dan mendarat di perairan Teluk Persia. Rudal Fatah-110 memiliki jangkauan maksimum 201 kilometer.

Peluncuran rudal oleh Iran tersebut merupakan pertama kalinya pada tahun 2018 ini. Dua pejabat AS menyampaikan penembakan rudal itu merupakan bagian dari latihan angkatan laut yang dilakukan Iran pekan lalu di Selat Hormuz. Para pejabat menuturkan Iran secara historis melakukan tembakan rudal balistik sebagai bagian dari latihan, sehingga peluncuran rudal pekan lalu konsisten dengan pola itu.

Akan tetapi, latihan Iran itu sudah menimbulkan rasa cemas di Pentagon karena sepertinya diadakan pada bulan-bulan lebih cepat dari biasanya dan tanpa menotifikasi komunitas internasional, termasuk juga AS. Biasanya, aktivitas seperti itu dilakukan setiap akhir tahun, dengan memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada komunitas internasional.

Sekitar 75 kapal kecil berpartisipasi dalam latihan yang mempraktikkan manuver serangan "beregu" terhadap kapal perang komersial atau militer yang transit melalui Selat Hormuz. Antara 20 hingga 30 persen dari minyak dunia transit dari Teluk Persia melalui jalur air vital.

Garda Revolusi Islam Iran biasanya menggunakan pesawat kecil untuk mengganggu kapal Angkatan Laut AS di wilayah tersebut. Walaupun demikian, hingga saat ini, belum ada persinggungan antara militer Iran dengan AS dalam hampir satu tahun. Sementara para pejabat AS mencatat persiapan Iran untuk latihan itu sebelum dan sepanjang perhelatan tersebut berlangsung, Teheran tidak mengakui aktivitasnya hingga dua hari setelah itu berakhir.