BREAKINGNEWS.CO.ID - Kejuaraan Sepak Bola Pelajar Asia U-18 (Asian Schools Football Championship/ASFC) sudah memasukin babak semi final, Timnas Pelajar U-18 Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (22/11/2019), pukul 20.00 WITA.

Bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada laga semi final malam nanti, yang dapat merugikan Timnas Pelajar U-18 dan bangsa Indonesia. Manajer Timnas Pelajar U-18, Ahmad Arsani mewanti-wanti Supriadi dan kawan-kawan agar mengontrol emosi dan tidak terpancing gaya permainan keras yang mungkin akan diperagakan Tim Malaysia.

Memang tidak dapat dipungkiri laga antara Indonesia versus Malaysia selalu sarat dengan emosi, tidak hanya di arena pertandingan akan tetapi terkadang sampai merembet ke luar lapangan. Fakta terbaru, beberapa pendukung Timnas Indonesia menjadi korban pengeroyokkan yang dilakukan oleh sejumlah oknum pendukung tim Malaysia usai laga babak penyisihan Grup G, Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil Malaysia, Selasa (19/11) lalu.

"Tentunya sudah saya sampaikan kepada pelatih untuk mengingatkan para pemain agar bermain sebaik mungkin tanpa melakukan permainan kasar. Kita harus menjaga jangan sampai mencederai pertandingan. Jadi kita ingatkan betul para pemain muda kita ini jangan sampai terpancing emosinya oleh permainan dari Malaysia," ujar Ahmad Arsani pada jumpa pers jelang laga semi final di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (22/11).

"Kita harapkan skuat Timnas Pelajar U-18 dapat menampilkan permainan berkualitas pada laga semi final melawan Malaysia nanti malam, seperti yang telah mereka peragakan pada beberapa pertandingan fase penyisihan grup," tambahnya.

Pria yang menjabat sebagai Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini juga mengimbau kepada seluruh penonton yang akan hadir langsung ke Stadion Batakan untuk mendukung Timnas Pelajar U-18 agar menjaga diri dan tidak melakukan perbuatan yang bisa mencederai pertandingan. Jangan sampai muncul anggapan di dunia luas bahwa Indonesia tidak dapat menjaga keamanan dan kenyamanan dalam pertandingan sepakbola. Mengingat pada 2021 yang akan datang Indonesia bakal menjadi tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U-20.

"Mudah-mudahan dunia akan melihat bahwa pertandingan sepakbola di Indonesia dapat berjalan dengan lancar dan aman. Tanpa ada suatu insiden apapun," pungkas Arsani.