JAKARTA - Komplotan penjahat spesialis rumah kosong (rumsong) pimpinan Rian Saputra dikenal sadis dan tak segan-segan melukai korbannya. Dalam beraksi, Rian yang menjadi kapten di komplotan ini membagi peran pada anggotanya dalam beraksi.  Ketika beraksi, para pelaku ada yang masuk ke rumah korban, stand by di motor, ada pula yang stand by di luar untuk memantau situasi sekeliling rumah yang dijadikan sasaran aksi.

Kemudian pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan cara mencongkel jendela lalu masuk ke dalam rumah. Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, para pelaku langsung menggasak barang-barang yang ada di dalam rumah korban, sekaligus mencuri sepeda motor yang terparkir di rumah korban dengan cara merusak kunci motor tersebut menggunakan kunci letter “T”.

"Para pelaku selalu berbagi peran saat beraksi dengan membawa senjata api rakitan, senjata air soft gun, dan berbagai macam senjata tajam yang akan digunakan apabila aksi mereka diketahui oleh korban," ujar Kabib Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan saat rilis di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (18/5/2018).

Terakhir, sebelum diringkus polisi, para pelaku ini beraksi di kawasan Tangerang Kota, pada Selasa (15/5/2018). Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh, begitulah kalimat yang pas menganalogikan aksi komplotan Rian ini. Aksi mereka akhirnya berhasil dilucuti petugas dengan menangkap tujuh pelaku, dua diantaranya ditembak mati karena melawan, Rian Saputra dan Ronaldo alias Edo. Atas aksinya itu, lima pelaku lainnya dijerat Pasal 363 KUHP dan diancam dengan hukuman penjara paling lama 7 tahun.