BREAKINGNEWS.CO.ID – Modernisasi yang dilakukan monarki Arab Saudi terus berlanjutnya. Baru-baru ini pemerintah negara kerajaan itu memperbolehkan perempuan di Arab Saudi untuk dapat bepergian ke luar negeri tanpa izin dari wali pria.

Dalam aturan baru yang diumumkan pada Jumat (2/8/2019) itu, perempuan yang berusia di atas 21 tahun dapat mengajukan paspor sendiri tanpa izin dari wali pria. Saat ini semua orang dewasa di Arab Saudi dapat mengajukan paspor dan bepergian. Ini berarti sudah menempatkan kaum perempuan pada posisi yang setara dengan pria.

Peraturan baru dari kerajaan itu juga mencakup aturan ketenagakerjaan yang memperluas kesempatan kerja bagi perempuan. Daalam peraturan tersebut, semua warga negara memiliki hak untuk bekerja tanpa menghadapi diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, disabilitas atau usia.

Izin Wali

Sampai saat ini, perempuan Saudi harus meminta izin dari wali laki-laki - suami, ayah atau saudara laki-laki lainnya hanya untuk mendapatkan paspor atau bepergian ke luar negeri.

Putra mahkota Saudi, Mohammed bin Salman telah melonggarkan pembatasan di negara itu. Ini juga berlaku bagi larangan mengemudi bagi perempuan. Peraturan itu dianggap sebagai bagian dari dorongan besar negara itu untuk lebih terbuka.

Pada tahun 2016, Salman telah meluncurkan rencana untuk mentransformasi ekonomi negara itu pada 2030, dengan tujuan meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja dari 22% menjadi 30%.  

Penindasan Gender

Namun ada sejumlah kasus kaum perempuan Arab Saudi yang mencari suaka ke beberapa negara seperti, Kanada. Hal itu mereka lakukan, karena mereka mengklaim selama ini mengalami penindasan gender. Pada Januari lalu, Kanada memberikan suaka kepada Rahaf Mohammed al-Qunun yang berusia 18 tahun.

Dia melarikan diri dari Arab Saudi dan mencoba kabur ke Australia. Kasusnya terungkap ke permukaan ketika dia transit di ibu kota Thailand, Bangkok, tempat dia meminta bantuan dunia internasional. Sejumlah organisasi asasi internasional acap kali mengklaim bahwa perempuan diperlakukan sebagai warga negara kelas dua di Saudi.