BREAKINGNEWS.CO.ID- Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Yandri Susanto berharap siapa pun yang menjadi pemimpin harus bisa melindungi warga negaranya. Hal tersebut diutarakan Yandri menanggapi eksekusi mati terhadap Tuti Tursilawati, TKW asal Majalengka, Jawa Barat. 
 
"Kita berharap siapapun yang menjadi pemimpin di Republik ini, dia harus  melindungi warga negaranya, yang penting bagi masyarakat sejauh mana usaha negara ini melindungi warga negaranya," ujar Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018). 
 
Yandri juga mengkritisi keberadaan Kementerian Luar Negeri (Kemendagri) yang ketinggalan informasi soal eksekusi mati tersebut. 
 
"Kalau terjadi seperti Tuti ini, bayangkan, Kemenlu engga tau Tuti di eksekusi. Gimana mau berusaha membebaskan dari tiang gantung, atau dari pancungan kalau kapan di eksekusi aja, Arab Saudi engga nganggap tuh Indonesia," tegasnya. 
 
"Kalau misalkan seminggu sebelumnya diberitahu, mungkin keluarganya bisa ke sana. Mungkin bisa atau apa sih pesan terakhir dari yang bersangkutan, atau  ada nasehat khusus dari duta besar dan lain sebagainya untuk membesarkah hati menghadapi cobaan yang begitu besar dan berat," tukasnya. 
 
Diberitakan sebelumnya, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) telah menjalani hukuman mati di Arab Saudi. Perempuan bernama Tuti Tursilawati ini dieksekusi di Thaif pada 29 Oktober 2018 pukul 09.00 waktu setempat.

Hal tersebut dilaporkan langsung oleh Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, usai mendatangi rumah Tuti di Majalengka, Jawa Barat.

"Tadi malam, sekitar pukul 12.00 (00.00 WIB), saya tiba langsung di rumah Tuti Tursilawati di Majalengka dan saya bertemu langsung dengan ibu Tuti Tursilawati untuk menyampaikan... karena dalam SOP kami, orang pertama yang harus mengetahui mengenai berita ini adalah keluarga Tuti Tursilawati," ucap Iqbal saat memberikan keterangan pers pada Selasa (30/10/2018) di Kemlu, Jakarta.

Tuti ditetapkan oleh pengadilan Thaif pada 2011 sebagai terpidana kasus pembunuhan berencana. Dia dituduh menghabisi nyawa ayah majikannya yang merupakan warga negara Arab Saudi, bernama Suud Mulhak Al Utaibi, pada tahun 2010.