JAKARTA - Spotify dilaporkan bersiap untuk memperluas kehadirannya di wilayah Timur Tengah dengan rencana peluncurannya di Uni Emirat Arab pada kuartal empat tahun 2018 ini. Spotify ini baru-baru ini melakukan penawaran publik di New York Stock Exchange secara langsung, berbeda dari penawaran tradisional.

Seperti dilansir dari The Next Web, Minggu (13/5/2018), menurut laporan Spotify juga telah menyewa ruang kantor di Dubai, dan dokumen yang didaftarkan pada SEC baru-baru ini turut mengonfirmasi tersebut. Selain itu, Spotify juga saat ini mencari pegawai baru untuk menempati sejumlah posisi dan membentuk tim regionalnya yang berbasis di Dubai.

Situs karir Spotify juga secara parsial mengonfirmasikan terdapat dua posisi yang saat ini didaftarkan untuk wilayah dengan kantor berbasis di Dubai, yaitu Senior for Middle East & Africa dan Techinal Account Manager for Middle East & North Africa. Saat ini, aplikasi musik paling populer di wilayah Timur Tengah adalah Anghami. Startup berbasis di Beirut memiliki lebih dari 40 juta pendengar di seluruh wilayah.

Anghami memiliki perizinan kesepakatan dengan seluruh label rekaman besar di wilayah Arab, termasuk Rotana, Melody, Mazzika, Platinum Records, dan sebagainya. Aplikasi Anghami menyuguhkan musik dari label internasional seperti Universal, Sony, EMI dan Warner. Anghami telah menghimpun pendanaan sebanyak USD29 juta (Rp402,7 miliar) yang hingga kini dilaporkan telah mencapai valuasi sebesar USD100 juta (Rp1,4 triliun) pada putaran terakhirnya.

Startup ini didukung sejumlah nama besar di sejumlah wilayah termasuk operator telekomunikasi UEA, Middle East Venture Partners, MBC Ventures, Mobility Ventures, Endeavor Catalyst dan Samena Capital.

Sementara itu, Spotify telah mengakuisisi lebih dari 13 perusahaan menurut data yang tersedia secara publik sejak didirikan pada tahun 2006 dan Anghami diperkirakan akan menjadi perusahaan yang akan diakusisi oleh Spotify di masa mendatang.