JAKARTA - Seorang penasihat senior pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Kamis (3/5/2018) mengatakan, apabila Amerika Serikat memutuskan untuk mundur dari kesepakatan nuklir Iran, maka negaranya akan keluar dari perjanjian nuklir dengan negara adidaya dunia.

“Jika Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir, maka kami akan keluar,” kata penasihat kebijakan luar negeri Ali Akbar Velayati sebagaimana dikutip situs televisi negara. Iran menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat dan lima negara adidaya dunia lainnya pada 2015 yang membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengambil keputusan tenggat waktu 12 Mei untuk “memperbaiki” kesepakatan itu, mengancam akan keluar. Dia menyebut perjanjian itu “gila.” Iran selalu membantah kalau pihaknya berupaya mengembangkan senjata nuklir, sambil menegaskan program atomnya untuk tujuan sipil. Demikian dilansir Kantor Berita AFP.