BREAKINGNEWS.CO.ID - Susunan keanggotaan Komite Adhoc Integritas PSSI akhirnya terbentuk. Ketua Komite Adhoc Integritas, Ahmad Riyadh, dan Azwan Karim, menunjuk sejumlah pejabat-pejabatan negara untuk menjadi tim penasihat yakni mantan Kapolri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, Dr Nur Rachmat Jampidum di Kejaksaan Agung dan Muhammad Saleh, Guru Besar Unair yang juga mantan Wakil Ketua Umum Mahkamah Agung.

Sementara itu, untuk angotanya diisi oleh Abdul Rahmad Budiono (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang), Brigjen Polisi Hilman SIK dan Daru Trisadono (Kejagung).

Lantas, apa saja yang akan dikerjakan oleh Komite Ad Hoc Integritas PSSI?.

Sekretaris PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan, setidaknya ada lima pekerjaan yang sudah menanti Komite Ad Hoc Integritas PSSI, yang telah dibentuk sejak Konger Tahunan PSSI di Bali 20 Januari 2019 itu. Yang pertama, kata Tisha, Komite Ad Hoc Integritas PSSI, bertanggung jawab menjaga Standar Prosedur Operasional (SPO) kompetisi di Indonesia. "Jadi, Komite ini menjadi pelindung integritas sepakbola kita dari hal-hal yang merusak," kata Tisha di Kantor PSSI, FX Sudirman, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

"Kedua, aksi prevention atau hal-hal apa yang harus dilakukan untuk pencegahan. Ketiga adalah Information gathering, seperti apa prosedur kami dalam mencari informasi, single poin of contactnya siapa, bagaimana pelaporan, bagaimana tindak lanjut," beber Tisha.

Lebih lanjut, tugas yang kelima, Komite Ad Hoc Integritas PSSI disiplinary prociding. "Jadi seperti yang dikatakan pak Riyadh, Komite Ad Hoc Integritas PSSI, memilah mana kasus yang masuk dalam yudisial PSSI, atau ranahnya hukum, atau ranahnya lain hal untuk bisa diinvestigasi ulang, itu akan diputuskan dalam ke lima step itu secara sekular,' kata Tisha.

Minimalisir Kasus Pengaturan Skor

Sepak bola Indonesia saat ini memasuki babak baru. Kasus pengaturan skor mencuat begitu deras. Langkah cepat Tim Satgas Antimafia Bola, bentukan Polri sudah menetapkan 12 tersangka, yang terlibat dalam lingkaran setan tersebut.

Ahmad Riyadh menjelaskan dibentuknya, Komite Adhoc Integritas PSSI untuk memerangi kasus pengaturan skor. Di sisi lain, kasus hukum tersebut kini ditangani Satgas Antimafia Bola yang dibentuk kepolisian. Riyadh meyakini tugas Komite Ad Hoc Integritas dan Satgas Antimafia tak akan saling tumpang tindih. Tetapi justru saling membantu. "Adopsinya nanti akan seperti Ad Hoc FIFA dan Interpol," ujar Riyadh.