BREAKINGNEWS.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak mengenakan pakaian adat Aceh saat mengikuti upacara peringatan kemerdekaan RI ke-73 di Istana Presiden, Jakarta pada Jum'at (17/8/2018). Lantas, apa alasan Jokowi memilih untuk mengenakan pakaian adat Aceh itu dalam HUT Kemerdekaan RI?

Jokowi pun mengatakan jika Indonesia sendiri terdiri dari 714 suku yang mendiami 34 provinsi serta 154 kota dan kabupaten. Menurutnya, hampir di setiap suku tersebut memiliki pakaian adat masing-masing. Dirinya pun mengaku hanya ingin menunjukkan betapa kayanya Indonesia dengan ragam adat budayanya. "Negara kita kan tradisinya banyak sekali. Pakaian adatnya ratusan, bahkan mungkin ribuan. Jadi banyak pilihan dan yang saya pilih, ini," ujar Jokowi, sesaat sebelum mengikuti upacara bendera.

Adapun, busana yang dikenakan Jokowi itu tidaklah disewa atau dibeli. Agar tetap pas dan muat di badan, Jokowi mengaku menjahit sendiri busana tersebut. Begitu juga dengan Ibu Negara Iriana Jokowi. Ia tampak mengenakan busana adat Minangkabau, Sumatera Barat.

Sebelum mengikuto rangkaian upacara kemerdekaan tersebut, Iriana juga sempatmengabadikan momen tersebut bersama dengan Jokowi dengan ponsel pribadi miliknya. Hal itu dilakukan di dalam ruangan kerja presiden, persis di balik pintu.

Tak hanya Jokowi dan Iriana, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), ajudan serta sekreatriat presiden pun juga mengenakan busana adat dari berbagai daerah. Ada yang mengenakan busana adat Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Bali dan Jawa Timur.

Seperti diberitakan sebelumnya, upacara peringatan HUT RI ke-73 kembali digelar di Istana Kepresidenan atau tepatnya di halaman Istana Merdeka, Jakarta. Sebanyak 6.250 tamu undangan pun memadati istana. 35 persen diantaranya yakni pejabat negara, dan 65 persennya diisi dari kalangan masyarakat.

Adapun, upacara sendiri dimulai dengan tembakan meriam dan dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi oleh Ketua DPR RI bambang Soesatyo. Selaku inspektur upacara, Jokowi pun mengajak semua hadirin untuk mengheningkan cipta sejenak untuk para pahlawan yang gugur dalam berjuang membawa Indonesia merebut kemerdekaan.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Setelah itu, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (paskibraka) pun beraksi. Tim Nusa, demikian nama yang disematkan, berhasil mengibarkan sang saka merah putih menjulang di halaman Istana Merdeka.