BREAKINGNEWS.CO.ID- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan masih menunggu keputusan anggota DPRD DKI terkait penentuan tarif mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT) Jakarta yang akan beroperasi penuh dalam waktu dekat.

Hingga saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih melakukan pembahasan bersama DPRD DKI dan ditargetkan rampung sebelum jadwal operasional diresmikan. Dalam pembahasan itu Pemprov DKI sudah menyiapkan besaran tarif yang dikenakan pengguna dan subsidi yang ditanggung Pemerintah.

“Masih tunggu finalisasi dengan dewan, pembahasan aja yang belum tuntas,” ujar Anies di Balaikota Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu optimis besaran tarif dan subsidi untuk kedua moda transportasi tersebut bisa disepakati bersama mengingat adanya public service obligation (PSO). “Karena ini menyangkut PSO kita perlu bicarakan dengan dewan. Jadi sesudah nanti pembahasan dengan dewan selesai kita umumkan,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik memastikan bahwa pembahasan akan selesai dalam waktu dekat. Keputusan tidak bisa begitu saja disepakati sebab menyangkut beban masyarakat dan APBD DKI Jakarta.

“APBD kuat nggak? jangan sampai APBD nggak kuat masyarakat nanti kita apa terbebani yang besar misalkan, contoh paling sederahana adalah LRT Kelapa Gading Velodrome, mau berapa itu , jangan-jangan nggak ada yang naik juga kesitu,” terangnya.

Sebelumnya Ketua Komisi C DPRD DKI Santoso meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji ulang terhadap tarif mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT) Jakarta sebelum dioperasionalkan. Pasalnya tarif yang diajukan saat ini sangat minim dan membebani subsidi Pemerintah bahkan nilainya sangat jauh.

Sebagai kajian, DPRD DKI minta Pemprov DKI membandingkan tarif MRT Jakarta dengan beberapa asia yang sudah lebih dulu menerapkan MRT. Pasalnya tarif yang ditentukan Pemprov DKI untuk LRT sebesar Rp6.000 sedangkan MRT pada kisaran Rp8.500 sampai Rp10.000. (Puji)