BREAKINGNEWS.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyebut belum mengetahui penyebab pasti dari mundurnya salah satu pemenang tender proyek sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP).

Anies pun tidak bisa memastikan mengenai rumor bahwa mundurnya tender karena tidak ada kejelasan dari struktur pembiayaan proyek serta potensi keuntungan proyek ERP. Salah satu perusahan yang mengundurkan diri yaitu Q-Free. Ia pun berencana akan minta pendapat hukum kepada Kejaksaan Tinggi Jakarta mengenai lelang untuk menghindari masalah terkait mundurnya salah satu tender.

“Nanti lihat dari panitia tapi memang kita lagi nunggu fatwa dari kejaksaan,” tuturnya di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (11/1/2019).

Akibat satu peserta lelang mundur kini menyisakan dua peserta yakni Bali Towerindo Sentra Tbk. dan perusahaan Swedia, Kapsch TrafficCom. Keduanya kini pada tahap uji konsep atau proof of concept.

Realisasi ERP terkesan tidak jelas karena hingga kini lelang investasi yang sudah berjalan sejak 2018 lalu tak kunjung mendapatkan hasil padahal rencana awal pemenang lelang akan diumumkan akhir Oktober 2018 lalu.

Rencananya, sistem ERP akan diterapkan pada ruas jalan protokol sepanjang 19.2 kilometer yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama, sistem ERP akan diterapkan dari Jalan Sisingamangaraja sampai Bundaran Hotel Indonesia. Namun pemberlakuan sistem ERP tahap kedua bergantung pada kemajuan pembangunan jaringan MRT fase II, dari Bundaran HI sampai Kampung Bandan.