BREAKINGNEWS.CO.ID- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan akan melakukan rotasi terhadap pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rotasi itu dilakukan pejabat eselon II, III dan IV dengan jumlah sebanyak 1.100 pejabat. Dari ribuan pejabat itu termasuk pejabat di kelurahan yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terkait pembuatan sertifikat tanah.

“Kita akan melakukan rotasi mutasi peslon II, III dan IV yang jumlahnya sampai hampir 1100 personil,” kata Anies di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (25/2/2019).

Anies menuturkan kalau rotasi besar-besaran yang dilakukannya kali ini bagian dari penyegaran di lingkungan Pemerintah provinsi DKI Jakarta dan rotasi dilakukan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki setiap para pejabat sehingga diharapkan akan membuat semangat bekerja diposisi barunya.

“Kemudian bagi pribadinya, personel-personelnya, ini kesempatan untuk menambah pengalaman kompetensinya sehingga tidak hanya bekerja di sector-sektor, di tempat-tempat yang sama, sehjngga ada pengalaman baru. Jadi bagi dua-duanya baik bagi organisasi penegaran, bagi pribadi juga penambahan pengalaman,” tuturnya.

Sebelumnya Anies sempat mengungkapkan rencana rotasi itu yang mana ada lurah memiliki reputasi kinerjanya dianggap tidak baik selama melayani masyarakat. Keputusan itu juga sudah berdasarkan catatan ataupun laporan yang masuk.

“Nanti akan ada (rotasi), semua ada dalam catatan, ada yang karena kinerjanya baik dipromosikan, ada yang karena kinerjanya tidak baik, ada demosi,” tegas Anies di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Pasar Minggu, Jumat (22/2/2019).

Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu rotasi jabatan bukanlah hal yang dianggap mengagetkan dalam sebuah pemerintahan karena rotasi merupakan bagian dalam sebuah pemerintahan dan itu sesuai dengan hasil kinerja selama menjabat. “Jadi hal yang biasa dalam berorganisasi selalu ada begitu,” tuturnya