BREAKINGNEWS.CO.ID-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merekrut sebanyak 1.400 relawan untjm melakukan monitoring titik lokasi banjir secara verifikasi mengingat musim penghujan telah melanda Ibu Kota Jakarta belakangan ini.

Rupanya ribuan relawan tersebut tidak mendapat gaji ataupun bonus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal itu disebabkan tugasnya tidak begitu berat yakni hanya melaporkan pada Pemprov DKI jika ditemukan titik banjir. Caranya pun sangat mudah yakni laporan hanya dikirim melalui pesan singkat menggunakan telepon selulur yakni SMS dan WhatsApp.

“Cuma SMS, WA aja nggak mengurangi apa-apa, jangan itunga-itungan banget. Dia kan RT, RW sudah ada operasional sendiri, tambahan tugas aja,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan di Balai Kota Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Anies menerangkan, seluruh relawan tersebut berasal dari ketua Rukun Tetangga (RT), ketua Rukun Warga (RW), lembaga musyawarah kelurahan (LMK) dan forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM).

Pencariannya relawan dilakukan oleh Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta untuk menjadi pemberi kabar kredibel. Perekrutan relawan dilakukan melalui Unit Pengelola Teknis (UPT) Jakarta Smart City yang selama ini banyak menerima laporan titik-titik banjir di Jakarta.

“Jadi ketika mengirimkan kita tahu siapa nya di mananya dan lain-lain. Jadi dibagi ke semua tempat,” terangnya.

Selain merekrut 1.400 relawan, Pemprov DKI juga melakukan upaya lainnya yakni mempercepat pembangunan drainase kemudian, pengerukan juga dan saluran saluran air. Yang kedua adalah mensiagakan pompa-pompa air pada titik-titik yang rawan banjir karena sifatnya genangan atau lebih rendah. Ada lebih dari 450 pompa dan dari laporan yang sudah diterima semua dalam kondisi siap untuk bekerja dengan baik.

Kemudian hal lain juga seperti melakukan rekayasa lalu lintas di tempat-tempat yang rawan ada banjir, karena ada titik-titik yang sudah sering terdampak banjir, tapi tidak ada antisipasi rekayasa lalu lintas. Akibatnya dampak dirasakan oleh masyarakat banyak.