BREAKINGNEWS.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan rupanya tidak sependapat dengan proyek pembangunan tanggul raksasa atau national capital integrated coastal development (NCICD) di teluk Jakarta. Ia menilai pembangunan tersebut perlu dikaji ulang terkait pemanfaatnya.

“Itu harus dikaji lagi karena banyak studi yang mempertanyakan kembali kemanfaatan dari itu. Mengapa? karena beda dengan banyak tempat lain, di Jakarta teluknya muara 13 sungai,” ujar Anies di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (15/1/2019).

Anies menyebut justru nantinya keberadaan tanggul raksasa justru menimbulkan masalah baru khususnya bagi warga pesisir teluk karena dinding dibangun di luar sehingga air masuk ke teluk dan tidak ada jalan keluar. “Jadi yang sudah jelas kita dukung dan laksanakan itu tanggul pantai. Kalau yang di luar kita harus matangkan dulu,” sebutnya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, pembangunan NCICD untuk penanggulangan banjir dari laut di kawasan pantai utara Jakarta ditargetkan selesai tahun 2019. Tanggul tersebut berada di empat wilayah kritis banjir rob yang berada di Kawasan Jakarta Utara dan sebagian wilayah lainnya.

"Kami mendorong supaya yang dua developer swasta itu supaya mulai membangun dimana kebutuhannya adalah 2019 harus beres untuk bisa menjaga Jakarta dari banjir laut," ujar Bambang.

Dua pengembang itu adalah PT Pembangunan Jaya Ancol TBK dan PT Intiland Development TBK. Dari kedua pengembang, PT Pembangunan Jaya Ancol TBK diwajibkan membangun seluas 8,5 kilometer sementara PT Intiland Development TBK hanya 1,5 kilometer.