BREAKINGNEWS.CO.ID-Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk lebih teliti menerima setiap laporan yang masuk. Laporan itu perlu dilakukan verifikasi untuk dilihat kelayakan dan kepatutan sebagai tahap selanjutnya yakni ditindaklanjuti.

“Karena kalau tidak seperti kemarin ini sekarang menjadi keramaian, ujungnya ternyata tidak ada masalah. Sesuatu yang ada rekamannya kemarin itu bukan laporan yang tidak ada Dokumen. Ada rekamannya, cukup melihat rekamannya dari sana bisa diputuskan,” ujar Anies di Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Anies menceritakan peristiwa yang dilakukan saat diperiksa Bawaslu terkait laporan pose dua jari yakni dengan mengatakan setiap laporan patut dinilai dengan akal sehat sehingga ada laporan yang layak ditindaklanjuti dan tidak layak ditindaklanjuti. “Saya ketika dalam ruangan saya katakan pada bawaslu. saya katakan di dalam ruangan itu gunakan ke akal sehatan dalam menilai setiap laporan,” terangnya.

Sementara itu terkait pose dua jari merupakan hak pribadinya dan tidak bisa begitu saja dikaitkan dengan kampanye mengingat dalam sambutan itu tidak terdapat kalimat-kalimat menyatakan dukungan terhadap paslon.

“Setiap orang punya interpretasi sendiri. Saya tanya saya tanya kepada orang kalau Anda mau pesan kopi dua cangkir telunjuknya gimana? makanya setiap orang punya hak saya sampaikan di ruangan itu pada Bawaslu jangan tanya saya tentang apa yang saya katakan. dengarkan videonya Anda nilai sendiri,” pungkas Anies.