BREAKINGNEWS.CO.ID-Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tidak ingin berkomentar panjang mengenai nasibnya yang akan diputus malam ini oleh pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bogor terkait dugaan kampanye dipenghujung akhir tahun 2018 lalu.

“Nanti kita lihat hasilnya, di situ kita lihat (benar kampanye atau tidak),” singkat Anies di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (11/1/2019).

Menurut Anies perhatian besar masyarakat terhadap tindakannya yang mengacungkan dua jari bukan menjadi substansi dari Pemilu Pilpres meski begitu ia menghargai respon besar yang ditunjukkan oleh masyarakat terhadap itu. Tidak sampai disitu saja, ia juga menyayangkan bahwa masyarakat justru lebih fokus dengan tindakan salam dua jari.

“Karena ini menentukan arah perjalanan bangsa. Jadi hal-hal seperti ini sebenarnya tak perlu menjadi fokus percakapan. Tapi sekarang malah jadi fokus percakapan, harusnya ndak usah,” tuturnya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bogor rencananya akan mengumumkan hasil putusan soal dugaan kampanye yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dengan simbol dua jarinya.

Namun putusan itu baru bisa disampaikan malam nanti mengingat perlu satu kali lagi pembahasan dan itu baru dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Artinya, keputusan kampanye atau tidaknya baru bisa disampaikan pada masyarakat setelah rapat selesai.

Jika putusan itu terbukti adanya pelanggaran terhadap Pasal 547 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang berisi bahwa pejabat negara yang dengan sengaja membuat atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta Pemilu dalam masa Kampanye, memungkinkan untuk dipidana dengan hukuman penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp36 Juta.