BREAKINGNEWS.CO.ID – Kesepakatan dasar perihal pendanaan tembok di sepanjang perbatasan Amerika Serikat (AS) dengan Meksiko demi menghindari penutupan pemerintah, dikatakan negosiator anggota Dewan Perwakilan dan Senat Amerika Serikat sudah tercapai.

Senator dari Partai Republik, Richard Shelby, dan anggota Dewan Perwakilan dari Partai Demokrat, Nita Lowey, menuturkan bahwa kesepakatan itu tercapai pada Senin (11/2/2019) malam setelah serangkaian rapat selama satu hari. Sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (12/2), Shelby menyampaikan bahwa dirinya berharap Gedung Putih akan menerima kesepakatan yang sudah dicapai anggota Senat dan Dewan Perwakilan tersebut.

Shelby dan Nita Lowey, tak menjabarkan lebih lanjut isi kesepakatan tersebut. Akan tetapi sebelumnya, Partai Republik terus memperjuangkan permintaan Presiden AS, Donald Trump agar Kongres mengucurkan dana 5,7 miliar dolar AS atau sekitar 79,9 triliun rupiah untuk membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko. Permintaan yang dianggap terlalu besar oleh kubu Demokrat ini sempat membuat Kongres tak menyepakati rancangan anggaran sehingga pemerintahan AS harus tutup selama lebih dari 30 hari, terlama dalam sejarah.

Trump pada akhirnya sepakat membuka sementara pemerintahan hingga 15 Februari 2019 mendatang dengan jaminan Kongres akan membahas pendanaan tembok tersebut. Demi menghindari penutupan pemerintahan, Partai Demokrat akhirnya mengajukan tawaran untuk mengurangi ruang dalam tahanan bagi para imigran yang menghadapi deportasi.

Demokrat menolak usulan Trump untuk memperluas kapasitas tahanan bagi para imigran yang ditangkap Aparat Bea Cukai dan Imigrasi AS (ICE). Mereka pun menawarkan pengurangan jumlah penutup tempat tidur di fasilitas detensi imigran dari 40.520 menjadi 35.520. Dana penyediaan penutup itu kemudian dapat digunakan untuk membiayai tembok Meksiko.

Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell, menganggap proposal itu bagai "pil racun" karena dapat membuat AS harus melepaskan ribuan imigran ilegal. Kubu Demokrat kemudian menyatakan bahwa ada banyak cara untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya melepaskan imigran dari pusat detensi, tapi memasangkan detektor pada tubuhnya agar dapat terus dipantau.

Ketua Komite Alokasi Dana Dewan Perwakilan AS, Nita Lowey, pun berharap negosiasi berjalan lancar sehingga pemerintahan tidak harus ditutup lagi. "Kami akan mencoba dan berupaya mencapai kesepakatan. Saya selalu optimistis kami dapat melakukannya," katanya.