BREAKINGNEWS.CO.ID – Ganda putri Indonesia, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dipaksa bekerja keras untuk memastikan tiket menuju babak perempat final Korea Open 2018. Berhadapan dengan wakil Malaysia, Vivian Hoo/Yap Cheng We di babak kedua, Anggia/Ketut harus menghabiskan waktu 62 menit untuk memenangkan pertandingan dengan skor 21-19, 19-21, 21-18.

Dalam laga yang berlangsung di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan, Kamis (27/9/2018), Anggia/Ketut sebenarnya dapat meraih kemenangan mereka ini dengan mudah. Namun saat sedang memimpin jalannya laga dengan skor 6-1, beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan Anggia/Ketut membuat lawan mereka mampu mengejar ketertinggalan, sebelum Anggia/Ketut menutup jeda interval di gim pertama dengan skor 11-7.

Hasil tersebut membuat Anggia/Ketut seperti berada dalam tekanan dan kembali menunjukan permaian yang buruk. Alhasil lawannya pun trerus memanfaat peluang tersebut untuk memperkecil keunggulan, bahkan wakil Malaysia tersebut mempu membalikan kedudukan menjadi 11-12, usai mendapat lima poin secara beruntun. Namun untungnya, Anggia/Ketut tak terlalu larut dalam permainan buruk mereka dan mampu menutup gim pertama dengan keunggulan 21-19.

Memasuki gim kedua, Hoo/Yap membuat kejutan dengan berbalik menekan Anggia/Ketut. Hoo/Yap yang unggul 6-1 atas Anggi/Ni Ketut terus memperlebar poin hingga akhirnya menutup interval dengan skor 11-6. Anggia/Ni Ketut tidak patah arang dan terus mengumpulkan satu per satu poin hingga akhirnya mempersempit margin skor menjadi satu angka saat kedudukan 19-20. Dalam kondisi krusial ini, Hoo/Yap lah yang sukses menutup gim kedua dengan skor 21-19 dan memaksa adanya gim ketiga.

Tak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti di gim kedua, Anggia/Ni Ketut langsung tancap gas dengan meraih poin pertama pada gim ketiga. Sempat mendapatkan perlawanan dari Hoo/Yap dan tertinggal 1-2, Anggia/Ni Ketut mencetak poin beruntun dan kembali unggul dengan skor 7-2.

Keunggulan Anggia/Ni Ketut semakin jauh ketika rentetan poin kembali mereka raih untuk memimpin 13-4. Namun demikian, Hoo/Yap menolak untuk menyerah lebih awal dan terus mengejar perolehan poin wakil Indonesia. Kemenangan Anggia/Ni Ketut sempat terancam ketika Hoo/Yap mempersempit jarak menjadi 19-18. Beruntung, Anggia/Ni Ketut dapat keluar dari tekanan dan mengunci kemenangan berkat keunggulan 21-18 pada gim penentuan.