BREAKINGNEWS.CO.ID- Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira menilai peristiwa berdarah yang dialami para pekerja PT Istaka Karya adalah tindakan keji. Hal tersebut kata Andreas sebagai bentuk perlawanan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 
 
"Ini bukan merupakan tindakan kriminal biasa. Ini adalah teror terhadap negara. Oleh karena itu negara harus hadir dengan kekuatan penuh untuk melindungi Warga Negaranya," ujar Andreas kepada BreakingNews.co.id, Selasa (4/12/2018). 
 
"Para pekerja tersebut sedang menjalankan misi pembangunan di Papua, mereka adalah anak-anak bangsa yang sedang menjalankan tugas membangun negeri, membangun Papua," tambahnya. 
 
Oleh karena itu kata Andreas, baik Polisi maupun TNI harus bahu membahu menjaga keamanan wilayah dan melindungi keselamatan para pekerjanya. Kasus ini menunjukan bahwa pembangunan di Papua khususnya di daerah pedalaman harus ditangani secara khusus.
 
"Bukan hanya masalah teknis pembangunan fisik, tetapi perlu diikuti dengan pendekatan-pendekatan kultural dan keamanan agar kejadian-kejadian perlawanan terhadap negara yang menyebabkan jatuhnya korban sebagaimana kejadian di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga ini tidak berulang," tegasnya. 
 
Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 31 karyawan PT. Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua dikabarkan meninggal dunia. Para korban diduga ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
 
KKB menyerang para pekerja di barak yang terletak di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Sabtu (1/12/2018). Dalam penyerangan itu, menewaskan 24 pekerja.
 
KKB selanjutnya dikabarkan mengejar delapan korban yang bersembunyi di rumah salah satu anggota DPRD pada Minggu (2/12/2018). Dalam kejadian ini, tujuh korban dilaporkan tewas ditembak, sedangkan satu korban lainnya berhasil menyelamatkan diri.