JAKARTA - Untuk Pilgub Kalimantan Timur, DPP Partai Golkar memutuskan untuk tidak berkoalisi dengan parpol mana pun. Golkar mengusung mantan Wali Kota Bontang, Andi Sofyan Hasdam dan Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur.

"Benar, Golkar memutuskan tidak berkoalisi. Pak Andi Sofyan Hasdam berpasangan dengan Pak Nusyirwan, " kata Sekretaris DPD Partai Golkar Kalimantan Timur, Abdul Kadir, Selasa (9/1/2018).

Andi-Nusyirwan diputuskan oleh DPP Partai Golkar, melalui suratnya bernomor R-680/Golkar/I/2018 tertanggal 8 Januari 2018. Surat itu, ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto serta Sekjen Idrus Marham.

Rekomendasi Golkar untuk Pilgub Kaltim

Surat DPP Partai Golkar, di terima DPD Partai Golkar Kalimantan Timur, di hari yang sama, Senin (8/1/2018). Andi Sofyan Hasdam sendiri, juga menjabat sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur, paska Ketua DPD Partai Golkar Kaltim Rita Widyasari, menjadi tahanan KPK.

Golkar mempunyai 13 kursi di DPRD Kalimantan Timur. Rencananya, Andi-Nusirwan akan mendaftarkan diri ke KPU Kaltim pada Rabu (10/1/2018) pukul 12.45 Wita.