BREAKINGNEWS.CO.ID - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kapitra Ampera menilai capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menunjukkan ketakutannya menjelang berlangsungnya pilpres yang dihelat pada April 2019 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapitra menanggapi bocoran isi pidato Prabowo yang disampaikan oleh Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso yang menyatakan Prabowo akan mundur di Pilpres 2019 jika terdapat kecurangan. Untuk itu, Kapitra pun mempertanyakan kredibilitas Prabowo sebagai capres penantang.

"Lho, capres macam apa seperti ini. Pilpres dimulai kok sudah mengancam-ngancam mau mundur. Ada kecurangan bagaimana?" kata Kapitra kepada breakingnews.co.id saat dihubungi, Senin (14/1/2019).

Menurutnya, kecurangan-kecurangan yang ditakutkan oleh Prabowo itu sebenarnya tidaklah ada. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dibentuk oleh Undang-Undang sebagai lembaga independen. Dan itu, nantinya juga akan diawasi secara langsung oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga nantinya ada peran Mahkamah Konstitusi (MK) yang bisa melakukan gugatan hasil pemilu.

"Lalu, kok belum apa-apa sudah berbicara curang. Saya menduga ini adalah bentuk ketakutan kubu 02 untuk kalah," ujarnya. "Bentuk ketakutan itu dicarilah sebuah kebenaran-kebenaran supaya ada pembenaran terhadap ketakutan itu," sambung Kapitra yang juga berprofesi sebagai advokat itu.

Selain itu, Kapitra juga menyinggung soal pesimistis Prabowo sebagai salah satu capres yang maju dalam perhelatan demokrasi ini. Menurutnya, ajang pemilihan presiden sendiri sejauh ini belum dimulai. Dirinya juga kembali menegaskan bahwa lembaga atau institusi penyelenggara pemilu sendiri juga akan diawasi oleh banyak pihak.

"Jadi indikator adanya kecurangan itu apa? Justru yang membuat hoax (kabar bohonng) selama ini, ya pendukung dari paslon 02 sendiri. Seolah-olah ini akan curang dan sebagainya," sebut Kapitra.

"Jadi saya pikir ini mungkin Prabowo sendiri sudah merasa jika dirinya akan kalah. Karena semua survei juga mwngatakan bahwa dia kalah dan signifikan 20 persen," imbuh calon anggota legislatif dari PDIP dapil Riau II ini.

Untuk itu, Kapitra pun kembali menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo jika dirinya mundur. Bagi rakyat sendiri, kata Kapitra, tidak akan peduli dan rakyat pun juga bisa menilai hal itu.

Berdasarkan undangan yang disebar dikalangan wartawan, mantan Danjen Kopassus itu dijadwalkan menyampaikan pidato kebangsaan 'Indonesia Menang' di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta pada hari ini, Senin (14/1/2019). Pidato tersebut diagendakan berlangsung mulai dari pukul 19.00 WIB.

Terkait dengan 'Indonesia Menang' sendiri merupakan tagline visi misi Prabowo-Sandiaga yang baru, yang dinyatakan untuk rakyat. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan akan memakai konsep town hall meeting saat jagoannya memaparkan visi misi.