Jakarta -Untuk pertama kalinya dalam 32 tahun, Piala Dunia FIFA akan kembali ke Amerika Utara. Dalam pertemuan anggota FIFA 200-plus di Moskow pada Rabu (13/6/2018) akhirnya memilih untuk memberikan hak penyelenggaraan Piala Dunia 2026  kepada  Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Tawaran grup Amerika Utara ini mengalahkan penawaran dari saingan utama, Maroko, dengan suara 134 berbanding 65. Kini delapan tahun menuju kegembiraan untuk pesta sepak bola terbesar di dunia dapat dimulai ketiga negara tersebut.

Tawaran Amerika Serikat, dianggap secara teknis lebih unggul dibandingkan Maroko. Mereka berjanji untuk memberikan 11 miliar dolar dalam keuntungan dan lebih dari 14 miliar dolar dalam pendapatan.  Berbeda dengan tawaran Maroko, dan untuk semua tuan rumah Piala Dunia sejak 2010 - Afrika Selatan, Brasil, Rusia dan Qatar. Apalagi  infrastruktur kompleks yang diperlukan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia sudah ada di Amerika Utara. Tujuh belas dari 23 stadion potensial sudah siap seperti apa adanya. Enam lainnya menyusul.

Penawaran dari kelompok United Bidholder  (sebutan untuk AS, Kanda dan Meksiko) langsung tegas. Ada kepastian ekonomi dan kepastian logistic yang mereka tawarkan. Penawaran itu cukup unik guna memenuhi syarat dan menangani 48-tim yang akan tampil di Piala Dunia 2026 mendatang.

Usulan Amerika Utara

Pembatasan perubahan ke proposal Amerika Utara, sebanyak 60 dari 80 pertandingan akan berada di Amerika Serikat, dan 10 pertandingan masing-masing di Kanada dan Meksiko. Sebanyak 60 pertandingan itu termasuk setiap pertandingan dari perempatfinal dan seterusnya.

Kanada dan Meksiko telah mengusulkan tiga kota untuk menjadi tuan rumah masing-masing. Kanada mengajukan  Toronto, Montreal, dan Edmonton yang akan menggelar pertandingan di utara AS. Sementara Meksiko mengajukan Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey yang akan menjadi lokasi pertandingan di selatan.

AS harus memangkas daftar 17 kota menjadi 10 selama beberapa tahun mendatang. Selama ini telah diusulkan stadion Rose Bowl (Pasadena, California) Untuk pembuka sudah diusulkan di  Stadion Mercedes-Benz (Atlanta) dan Stadion AT & T (Arlington, Texas.) untuk semifinal dan Stadion MetLife (East Rutherford, New Jersey  untuk final.

Kota di AS lainnya yang akan menggelar pertandingan adalah Baltimore, Boston (Foxborough, Mass.), Cincinnati, Denver, Houston, Kansas City, Miami, Nashville, Orlando, Philadelphia, San Francisco (Santa Clara, California.) dan Seattle dan Washington, DC Washington, Boston, San Francisco, Philadelphia, Miami, Seattle dan Houston.

Tawaran yang sukses ini berarti membawa AS, Kanada, dan Meksiko akan otomatis lolos ke turnamen tersebut. Jika Kanada tidak memenuhi syarat untuk lolos pada Piala Dunia pada tahun 2022, maka tahun 2026 akan menjadi penampilan Piala Dunia pertama bagi bangsa ini sejak tahun 1986 serta akan menjadi penampilan kedua mereka selama ini.

Proses Penawaran

Federasi Sepakbola AS  menjadi kekuatan pendorong utama di belakang upaya tersebut. Awalnya mereka pernah mengusulkan untuk menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 2022 agar dibawa Amerika. Tawaran itu gagal, karena dikalahkan oleh Qatar di tengah tuduhan penyuapan dan korupsi terhadap sejumlah petinggi FIFA.

Kira-kira enam tahun kemudian, AS bermitra dengan tetangganya di Amerika Utara untuk meluncurkan tawaran yang telah diubah, dan FIFAlah yang mempercepat prosesnya. Maroko melompat pada tengah malam menjelang tenggat waktu untuk memberikan kompetisi bagi United Bid yang memang sangat disukai oleh anggota-anggota FIFA.

Selama 12 bulan terakhir, untuk berbagai tingkatan, bangsa Afrika Utara menjadi favorit. Sentimen anti-Amerika yang merajalela di seluruh dunia, baik di dalam maupun di luar lingkaran sepak bola, membuat sejumlah kekhawatiran.

Namun United Bidholder mampu merayu seluruh negara anggota Eropa dan Asia dalam sebuah kampanye dengan berpolitik dan merayu kepala federasi sepak bola dari lebih dari 100 negara. Mereka bekerja sampai batas waktu terakhir guna memenangkan dukungan. Bahkan mereka terus, bernegosiasi hingga Selasa malam Selasa. Akhirnya usaha mereka berhasil dan membawa Piala Dunia  kembali ke Amerika Utara.