BREAKINGNEWS.CO.ID – Jumlah transaksi di hari belanja online atau Single’s Day di Cina naik pesat. Menurut AppsFlyer, jumlah pembelian naik sebesar 75 persen pada 2017 jika dibandingkan dengan 2016. Beberapa jumlah barang yang laku terjual juga mengalami kenaikan sebesar 80 persen per transaksi. Sementara jumlah pemasangan aplikasi naik menjadi 65 persen, baik secara organik atau karena kegiatan pemasaran.

Perangkat mobile tentu memiliki peran penting dalam naiknya angka penjualan tersebut. Sebesar 90 persen total transaksi Alibaba didorong oleh perangkat mobile. Angka ini naik dari 82 persen pada 2016 dan 74 persen pada 2015.

Sementara itu di Indonesia, tingkat adopsi metode pembayaran non-tunai mulai naik sejak Bank Indonesia menggalakkan pembayaran gerakan non-tunai nasional pada 2014 lalu. Faktor lainnya yang meningkatkan adopsi pembayaran cashless adalah naiknya penggunaan smartphone.

Tak heran, mengingat banyak penyedia layanan yang memberikan keuntungan seperti diskon atau cashback ketika pengguna menggunakan metode pembayaran secara non-tunai. Pada tahun lalu, terdapat lebih dari 940 juta transaksi e-money dengan nilai yang mencapai Rp12.375 miliar.

Ke depan, kemungkinan tingkat pembayaran non-tunai masih akan terus mengalami kenaikan. Keberadaan alat pembayaran seperti seperti Alipay dan Go-Pay dapat mendorong peningkatan tingkat adopsi, meski uang tunai masih akan terus digunakan di beberapa bagian.

Ronen Mense selaku President dan Managing Director, Asia Pasifik, AppsFlyer berbicara terkait kesetiaan konsumen dan mengatakan bahwa konsumen yang setia pada satu layanan e-commerce mamang jarang.

"Namun, kami menemukan bahwa biasanya, ada peningkatan 33 persen dalam loyalitas para pengguna yang mengunduh pada Singles Day atau 11/11, dengan tingkat retensi pada hari ke-30 sebesar 8 persen," jelasnya pada Senin (12/11/2018).

Biasanya, ada beberapa alasan yang mendorong para pengguna lebih memilih menggunakan e-commerce lain. Salah satu hal yang bisa pelaku e-commerce lakukan untuk membuat pengguna setia adalah memberikan pengalaman omni-channel yang mulus.

"Khusus untuk pemasar mobile, retensi mobile semakin menantang dengan pasar aplikasi yang menjadi semakin kompetitif. Faktor-faktor seperti pengelaman pengguna dan pembaruan aplikasi secara berkala dapat meningkatkan keterlibatan pengguna dan meningkatkan peluang untuk membangun basis konsumen yang loyal,” pungkasnya.