BREAKINGNEWS.CO.ID -Penyidik Unit 2 Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya memastikan pelimpahan tahap 2 tersangka Albert Tiensa dan Silvi ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta akan dilakukan pada pekan depan.

"Berkas tersangka sudah dinyatakan P21 oleh JPU," ujar Kepala Unit 2 Subdit Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol H. Samian, SH, SIK, MSi, saat dikonformasi, Kamis (14/2/2019).

Samian mengatakan tersangka Albert Tiensa, SH, MH akan dilimpahkan ke Kejaksaan pekan depan berikut barang bukti. "Tinggal barang bukti dan tersangka yang akan dilimpahkan ke JPU," ujarnya. 

"Hasil koordinasi terakhir, Insya Allah pelimpahan akan dilakukan pekan depan hari Senin, tanggal 18 Februari  2019, tandas perwira lulusan terbaik peraih Bintang Adhi Makayasa Batalyon Tathya Dharaka Akpol 2005. 

Penegasan Samian sekaligus menepis tudingan adanya persekongkolan antara penyidik Unit II Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan advokat Albert Tiensa, sebagaimana disampaikan Direktur LSM-ALPPA, Thomson Gultom.

Albert Tiensa diduga melarikan diri hingga jadi DPO ketika berkas pemeriksaannya sudah dinyatakan P21 oleh kejaksaan.

Sebelumnya, Thomson Gultom menyebut, Albert Tiensa pada akhirnya bisa ditangkap aparat penyidik. Namun kembali dilepaskan karena alasan subyektivitas penyidik. "Ini yang kita pertanyakan ke pihak Ditreskrimum Polda Metro. Tersangka yang berkasnya sudah P21 kabur dan jadi DPO, kemudian tertangkap tapi dilepas lagi," cetus Direktur LSM-ALPPA, Thomson Gultom kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

"Ada kongkalikong apa penyidik dengan tersangka?" sungutnya lagi.

Dijelaskan, penetapan status Albert Tiensa sebagai DPO ditegaskan dengan surat bernomor DPO/343/XII/2018/Ditreskrimum yang ditandatangani Kasubdit 2 Ditreskrimum Polda Metro, AKBP Nuredy Irwansyah dan dikeluarkan pada Desember 2018. 

Setelah surat tersebut diterbitkan, penyidik langsung memburu tersangka yang dikabarkan kabur ke luar negeri dan akhirnya tertangkap. "Di mana-mana kalau DPO tertangkap wajib ditahan. Tapi ini aneh. DPO sudah ditangkap malah dilepas lagi. Padahal berkas penyidikan sudah P21, tinggal dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses selanjutnya," ujar Thomson.

"Atas dasar itulah kami jadi curiga ada kongkalikong antara penyidik Unit Harda Subdit 2 Ditreskrimum dengan tersangka Albert Tiensa," tambahnya.

Albert Tiensa menjadi tersangka kasus dugaan memalsukan surat riwayat tanah atas SHM Nomor 173 milik Alm Shinta Hartanto yang disengketakan. Tersangka dikenakan Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP tentang pemalsuan dan memalsukan surat yang dapat menimbulkan suatu hak, perikatan atau pembebasan utang.

Ancaman maksimal yang bisa diterima adalah enam tahun penjara.