JAKARTA – Meski Robert Mugabe yang menguasai Zimbabwe selama puluhan tahun sudah dilengserkan, namun kalangan aktivis HAM Zimbabwe pesimis aka nada perubahan dengan kondisi HAM di Zimbabwe. Menurut mereka, pengganti Mugabe yakni  Emmerson Mnangagwa tidak jauh lebih baik dari Mugabe.

Menurut para aktivis HAM pada Selasa (28/11/2017), Mnangagwa mempunyai catatan buruk perihal HAM serta kemungkinan dapat dibuktikan lebih brutal daripada Mugabe. Perihal ini pula yang membuat aktivis HAM ragu akan adanya perubahan dalam situasi HAM di negara yang terletak di kawasan Afrika Selatan itu.

"Hanya karena (Mnangagwa) telah merebut kekuasaan dari iblis, tidak berarti saya melihatnya sebagai mesias," kata aktivis Zimbabwe, Patson Dzamara dalam sebuah pernyataan.

"Begitu banyak yang terbunuh, cacat, disiksa atau dipenjara, dan orang-orang yang memimpin transisi ini adalah orang-orang yang bertanggung jawab akan hal itu," sambungnya.

Zimbabwe tidak asing dengan tekanan politik serta pelanggaran HAM, yang seringkali membidik pembangkang politik. Sebuah tindakan keras tahun 2007 perihal Gerakan untuk Perubahan Demokratis, partai oposisi paling besar di negara itu, di mana pemimpin partai itu dipukuli, ditangkap serta dibunuh oleh polisi.

Mnangagwa, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Perumahan Pedesaan dan Fasilitas Sosial, dilaporkan menjadi kepala arsitek di balik tindakan keras tersebut.