JAKARTA - Jika aksi teror bom masih terus berlanjut, maka dapat dipastikan jika kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia diprediksi tak akan dapat memenuhi target. Untuk itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap agar aksi tersebut untuk segera dapat dihentikan. "Kalau terus menerus seperti itu, tentu akan berdampak. Karenanya, kami berharap agar itu (aksi teror) segera diatasi," ujarnya, Rabu (16/5/2018).

Pada tahun 2018 ini, pemerintah sendiri menargetkan kunjungan wisman sebanyak 17 juta. Terkait target tersebut, Arief mengaku belum bisa memastikan apakah kondisi Indonesia saat ini akan menghambat pencapaian target tersebut atau tidak. Pasalnya, tahun 2018 ini baru memasuki bulan ke lima dan situasi ke depan belum bisa diprediksi. "Karena belum terjadi, susah memang," ujar Arief.

Kendati demikian, pemerintah dihadapkan pada situasi yang sulit guna mencapai target tersebut. Mengingat, adanya bencana alam yang terjadi di Bali saja terjadi penurunan sekitar 1 juta wisatawan ke Pulau Dewat tersebut. Memasuki bulan ke lima di tahun 2018 ini saja, pemerintah memandang sulit menjaga tingginya keterkunjungan wisatawan asing ke Bali. "Kemarin waktu bencana alam Gunung Agung, itu saja sampai travel warning, penurunan angkanya sampai 1 juta. Januari 2018 itu recovery-nya baru 70 persen. Jadi memang itu akibatnya relatif besar (hilang) 1 juta wisatawan," katanya.

Namun, sejauh ini dirinya pun telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait menjaga angka kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. "Kemenlu sudah mengajak duta-duta besar ke Bali. Konjen-Konjen itu diajak ke Bali dan di sana mereka mendapat penjelasan mengenai peningkatan keamanan kita. Itu sudah kami lakukan," pungkasnya.