BREAKINGNEWS.CO.ID – Aksi penembakan yang menewaskan belasan nyawa terjadi di  kota Thousand Oak negara bagian California, Amerika Serikat. Peristiwa yang terjadi di sebuah klub malam yang sedang merayakan acara “Malam Pelajar, Rabu (11/8/2018) waktu setempat itu menelan tidak kurang dari 13 nyawa termasuk pelaku penembakan.

Kepolisian setempat menyebut aksi pria mengenakan pakaian hitam yang menutup seluruh tubuhnya melepaskan rentatan tembakan serta bom asap ke kerumunan yang membuat panic ratusan pengunjung bar tersebut,

Usai beraksi, pelaku penembakan berusaha melarikan diri  dengan berusaha melompat jendela dari lantai dua bar. Namun usaha tersebut gagal karena belakangan diketahui, mayatnya juga ditemukan diatara mayat2 pengunjung yang tewas karena aksinya itu.

“Selain dari 11 orang  tewas di dalam bar, satu orang lain yaitu seorang sersan polisi yang menjadi petugas keamanan pertama yang sampai di pintu lokasi kejadian juga ikut menjadi korban”ujar Geoff Dean, sheriff Ventura County seperti dikutip dari AP.

“Situasi di dalam sangat mengerikan, darah mengalir dimana-mana,”tambahnya kepada media local di parkiran tak jaih dari lokasi kejadian.

Seorang petugas kemanan pemerintah mengatakan  bahwa pihaknya sudah bisa mengidentifikasi pelaku bersenjata sebagai sosok pria berusia 29 tahun dan menggunakan senapan dengan caliber 45. Namun sang petugas tak mau mengungkap lebih kepada public tentang pelaku.

Peristiwa ini menjadi aksi pembantaian ke sekian yang terjadi di negeri tersebut. Sebelumya peristiwa serupa terjadi  sembilan bulan lalu yang menewaskan 17 orang siswa dan guru terjadi di sebuah taman sekolah  di   negara bagian Florida. Kejadian  itu terjadi hanya selang dua minggu setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan yang menewaskan 11 orang di biara Yahui di kota  Pittsburgh.

Presiden Donald Trump dalam ciutan twitternya menyebut peristiwa itu sebagai “Aksi penembakan mengerikan,” dan memuji tindakan pengamanan yg dilakukan petugas serta menyebut aksi polisi”Sebuah aksi penuh keberanian,” seraya menambahkan "Semoga Tuhan menyanyi para para korban keluarga-keluarga mereka,”

Seorang saksi mata kepada reporter tv lokal mengatakan, pelaku penembakan bersosok jangkung dan  mengenakan tutup kepala dengan sebagian besar wajah tertutup.

Tembakan pertama diarahkan pelaku kepada seorang yang bekerja di pintu dan selanjutnya melepaskan tembakan secara acak kepada kerumunan pengunjung yang ada di dalam.

Sersan Ron Helus sedang berpatroli dan menjadi polisii  pertama di lokasi setelah mendengar panggilan darurat langsung berusaha masuk ke dalam bar.

Namun begitu sampai di depan pintu Borderline Bar & Grill in Thousand Oaks itu, berondongan senjata langsung menyambutnya dan membuatnya tewas seketika.