BREAKINGNEWS.CO.ID - Aksi jual oleh investor asing membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat indeks berakhir di zona merah pada hari terakhir transaksi pekan ini.  IHSG ditutup melemah 11,36 poin atau 0,25 persen ke posisi 4.597,43. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 1,21 poin atau 0,18 persen menjadi 686,23.

"Tekanan jual asing di saham-saham bluechips membuat IHSG tersungkur ke bawah. Tapi tren ini sebenarnya sudah jadi seperti ini sejak dua minggu yang lalu. Jadi pergerakan IHSG akan terkonsolidasi cenderung melemah," kata Analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Dibuka menguat, IHSG bergerak variatif pada perdagangan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG melemah dan terus berada di teritori negatif hingga penutupan perdagangan saham.

Secara sektoral, empat sektor meningkat dengan sektor pertambangan naik paling tinggi yaitu 2,71 persen, diikuti sektor properti dan sektor aneka industri masing-masing 2,4 persen dan 1,82 persen.

Sedangkan enam sektor terkoreksi dengan sektor industri dasar turun paling dalam yaitu minus 1,51 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor manufaktur dasar masing-masing minus 1,19 persen dan minus 0,32 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp812,53 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 549.596 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,2 miliar lembar saham senilai Rp6,61 triliun. Sebanyak 181 saham naik, 210 saham menurun, dan 156 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 504,3 poin atau 2,56 persen ke 20.179,1, Indeks Hang Seng menguat 249,6 poin atau 1,04 persen menjadi 24.230,2, dan Indeks Straits Times melemah 0,94 poin atau 0,04 persen ke 2.590,66.