LONDON-Siapa yang masih belum mengenal Usain Bolt? Pemilik nama lengkap Usain St Leo Bolt ini selama beberapa tahun terakhir mendominasi pentas atletik sejagat, khususnya dari nomor lari 100 dan 200 meter. Pelari kelahiran Jamaika 21 Agustus 1986 yang digelari "Lightning Bolt" ini selama delapan tahun terakhir menjadi "manusia tercepat di muka bumi" dengan catatan waktu fenomenal 9.58 dt di Kejuaraan Dunia Atletik  2009, Berlin.

Usain Bolt masih menyandang predikat manusia tercepat dan pemegang rekor dunia 100 meter itu pula saat ia diungguli Justin Gatlin dari AS di nomor 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik 2017, Sabtu (5/8) lalu di London. Gatlin menyentuh garis finis di posisi pertama dengan catatan waktu 9,92 detik. Medali perak direbut pelari AS lainnya, Cristian Coleman, dengan catatan waktu 9,94 detik. Adapun Bolt finis di posisi ketiga dengan waktu 9,95 detik.

Sepekan setelah penampilannya di nomor 100 meter itu, Usain Bolt sangat berharap bisa membawa pulang medali emas dari estafet 4 x 100 meter yang dilombakan Sabtu (12/8) sore kemarin. Usain Bolt yang sudah berencana pensiun bertekad menutup karier gemilangnya dengan indah. Namun, ia boleh saja  berkehendak, kenyataan yang diterima bisa sangat berbeda. Bolt mengalami cedera di lomba lari terakhirnya sebelum pensiun.  

Usain Bolt mundur akibat cedera saat menjadi pelari terakhir tim estafet Jamaika pada final lomba lari 4 x 100 meter putra di Kejuaraan Dunia Atletik 2017 di London, Inggris, Sabtu malam atau Minggu (13/8) dini hari WIB itu.

Bagaimana ia sampai mengalami cedera? Bolt mengambil alih tongkat estafet ketika timnya sudah ketinggalan beberapa meter dari dua tim di depannya, yakni Inggris dan AS. Namun, sialnya, saat hendak melesat untuk mengejar lawan, tiba-tiba Bolt berjalan terpincang-pincang karena kram pada kaki kirinya. Dia kemudian terjatuh di jalur larinya.



Saat tim Inggris, lawan Tim Jamaika di final itu, memastikan menjuarai nomor estafet ini, Bolt masih tampak tergeletak. Sementara tim medis segera mendekatinya dengan membawa kursi roda. Bolt lalu dikelilingi semua rekan setimnya, Omar McLeod, Julian Forte dan Yohan Blake. Mereka mencoba membantu dan memberi semangat kepada Bolt.

Kevin Jones, dokter tim Jamaika, mengatakan Bolt mengalami sakit kram pada hamstring kaki kirinya. "Tapi yang lebih menyakitkan adalah kekalahan pada lomba ini. Dalam tiga pekan terakhir kami berupaya keras untuknya yang terbaik," kata dia.



Sementara manajer tim Jamaika, Ian Forbes berharap cedera Bolt tidak terlalu parah. Ia bersama timnya akan melakukan diagnosa untuk melihat seberapa serius cedera yang dialami Bolt.

"Ia masih bisa berjalan kaki ke bus, itu mudah-mudahan pertanda bahwa cederanya tidak terlalu berat," ujar Forbes, seperti dikutip dari Reuters.   

Pelari cepat legendaris yang tinggal di Kingston, Jamaika, ini, sudah berencana pensiun usai mengikuti kejuaraan dunia di London ini. Hasil buruk di lomba perpisahannya membuat dirinya kecewa berat. 



"Ia terus meminta maaf kepada kami, tapi kami katakan kepadanya bahwa tidak ada yang perlu dimaafkan. Cedera adalah bagian dari olahraga," kata Julian Forte. Omar Mc Leod mengimbuhkan, "Nama Usain Bolt akan tetap hidup."

Justin Gatlin, pelari AS yang mengalahkan Bolt di final 100 meter pada kejuaraan dunia ini, juga memberi apresiasi pada rivalnya tersebut.  "Kami prihatin ia mengalami cedera. Bolt masih yang terbaik di dunia," ujar Gatlin yang bersama tim estafet 4x100 meter putra AS meraih medali perak. 

BREAKINGNEWS.CO.ID