BREAKINGNEWS.CO.ID - Dosa lama Magfirah (27) saat melakukan penipuan calon pegawai negeri sipil tahun 2016 membawa nestapa bagi tiga bayi kembarnya. Ketiga bayinya, juga harus mendekam di dalam Rutan Bireun, Aceh. Maghfirah, melahirkan tiga bayi kembar di RSUD Zubir Mahmud, Aceh Timur pada Rabu (29/8).

Namun Magfirah tidak dapat membesarkan buah hatinya di rumah mereka. Penyidik Polres Bireuen menjemputnya beberapa hari pasca-melahirkan untuk menjalani pemeriksaan. Ketiga bayinya pun terpaksa harus menginap di penjara.
Magfirah sudah mendekam di penjara sejak 19 September hingga hari ini. Magfirah menghadapi proses hukum sambil menyusui dan merawat anaknya di tahanan.

Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Syiah Kuala, Aceh, Dr Taqwaddin Husein, menilai kasus yang dialami Magfirah sangat dilematis. Di satu sisi, hukum harus ditegakkan, tapi di sisi lain rasa kemanusiaan juga perlu dipertimbangkan.

"Terhadap hal tersebut, sebaiknya dilakukan penangguhan penahanan sampai anak-anak tersebut lepas dari susuan. Dan proses hukum akan dilanjutkan saat anak-anak tersebut lepas dari susuan," ungkap Ketua Ombudsman Aceh tersebut, Selasa (18/12/2018).

Dinas Sosial Aceh turun tangan dengan memberikan sejumlah bantuan berupa perlengkapan bayi. Sekretaris Dinas Sosial Aceh Devi Riansyah mengatakan, Kendati harus tinggal dalam penjara, ketiga bayi tersebut dapat tumbuh sehat dan tidak berada di lingkungan yang dapat berbahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. "Kita turut prihatin dengan kondisi ketiga bayi kembar tersebut. Harapannya agar ketiga anak tersebut terpenuhi kebutuhan gizi dan nutrisinya selama berada di dalam rutan bersama ibunya sama seperti bayi lainnya di luar sana," ucapnya.

Kronologi

Sebagaimana dikutip dari website resmi PN Bireuen Senin (17/12/2018), berikut perjalanan kasus itu:

2016
Magfirah dilaporkan menjadi calo CPNS.

29 Agustus 2018
Magfirah melahirkan 3 bayi kembar.

19 September 2018
Polres Bireuen menahan Magfirah. Setelah itu, polisi melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Bireuen. Setelah berkas dinyatakan lengkap, proses penahanan ada di tangan jaksa.

14 November 2018
Berkas dilimpahkan ke kejaksaan. Magfirah kemudian ditahan oleh penuntut di Rutan Bireuen.

19 November 2018
Perempuan asal Aceh Timur, Aceh ini selanjutnya menjadi tahanan hakim Pengadilan Negeri (PN) Bireuen hingga Selasa 18 Desember besok.

10 Desember 2018
Ketua PN Bireuen sudah mengeluarkan surat perpanjang penahanan dengan nomor 233/Pen.Pid/2018/PN Bir hingga 16 Februari 2019 mendatang.