BREAKINGNEWS.CO.ID -  Menteri KKP (Kelautan dan Perikinan) Susi Pudjiastuti akhirnya berhak menyandang statu sebagai lulusan pendidikan tingkat SMA. Bukan lagi hanya ijazah SMP seperti yang selama ini ia sebut.

Kepastian itu diraih menteri asal  Pangandaran ini setelah mengikuti ujian Kelompok Belajar Paket C di satu sekolah negeri di daerah domisilinya itu. Hasil ujian menyatakan bahwa Susi dinyatakan lulus dan berhak menerima ijazah Pendidikan setara Sekolah Menengah Atas (SMA) .

Susi, yang mendaftar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Pandu Mandiri pada 2015, mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berlangsung di SMA 1 Pangandaran, pada 11-13 Mei 2018.

Dituturkan melalui akun instaram  asisten ribadinya, Fika Fawzia  Susi dinyatakan lulus pada Jumat (13/7) malam. Dia juga mengungkapkan perjalanan sang menteri mengikuti program pendidikan tersebut bermula seusai sidang kabinet pada 16 Juni 2015.

Kala itu, Fika menuturkan, Anies Baswedan yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menghampiri Susi dan menanyakan apakah dia mau mengikuti ujian Kejar Paket C tahun berikutnya.

Semula, ia melanjutkan, Susi menanggapinya dengan canda. Namun Anies terus membujuk sampai akhirnya Susi mengiyakan permintaan itu. "Saya yang berjalan di belakang mereka berdua awalnya hanya sayup-sayup mendengar percakapan tersebut, namun akhirnya Pak Anies menoleh ke saya, 'Kamu saksi, ya. Ibu udah bilang mau, jadi tahun depan kita atur'," tutur Fika.

Perjalanan Susi untuk mendapatkan ijazah SMA itu ternyata juga memakan waktu lama. Setelah mendaftar pada 2015, Susi tekun mengikuti sesi sharing yang dilakukan yayasan itu. Selama mendapatkan bimbingan berupa modul dan buku pelajaran, Susi diakui sangat patuh dan tekun dalam mempelajari semua pokok pelajaran agar lulus.

Sebelum memulai program, Susi mulanya melakukan pendaftaran, seperti menyerahkan foto diri dan surat keterangan pernah mengemban pendidikan di kelas X SMA di Yogyakarta. Setelah surat keterangan diperoleh yayasan, Susi kemudian diberikan pendidikan untuk anak kelas XI dan XII. Selama itu, Susi terus mendapat modul. Yayasan juga menyesuaikan waktu pertemuan sesuai dengan jadwal sang menteri