BREAKINGNEWS.CO.ID - Sembilan laga tanpa terkalahkan ditorehkan Manchester United ketika masa transisi Jose Mourinho ke Ole Gunnar Solskjaer. Delapan pertandingan diselesaikan dengan kemenangan dan satu lagi berakhir imbang. Delana kemenangan “Setan Merah” didapat dari Cardiff City (5-1), Huddersfield Town (3-1), Bournemouth (4-1), Newcastle United (2-0), dan Tottenham Hotspur (1-0), Brighton (2-1) di Premier League, dan Reading (2-0), dan Arsenal (3-1) di Piala FA.

Namun rentetan kemenangan itu terhenti oleh Burnley. MU bahkan sempat tertinggal 0-2 lebih dulu oleh gol yang dicetak Ashley Barnes dan Chris Wood. Pasukan Solskjaer baru bisa menyamakan skor melalui penalti Paul Pogba dan Victor Lindelof. Kini, Kedigdayaan MU bersama Solskjaer diuji oleh Leicester City. MU akan bertandang ke King Power Stadium, Minggu (3/2/2019).

Kemenangan-kemenangan MU sebelumnya memang masih menyisakan tanda tanya bagi sejumlah pihak. Masih banyak nada sumbang yang mempertanyakan kehebatan Solskjaer. Sebab, baru satu tim dengan status tim kuat yang dikalahkan Solkjaer yaitu Tottenham. Memang, Leicester bercokol di peringkat 11 dengan nilai 32 hingga pekan ke 24 Liga Primer Inggris.

Namun, setidaknya The Foxes merupakan tim yang sempat berkuasa di Liga Inggris pada musim 2015/2016. Saat ini the Foxes memang bukan lagi pesaing juara. Namun, Klub yang dilatih Claude Puel itu bisa dikatakan sebagai pembunuh raksasa. MU harus belajar dari Chelsea, Manchester City, dan pimpinan klasemen, Liverpool, sekalipun yang terbukti tidak bisa menang atas Leicester.

Solskjaer mengaku sudah mengetahui lawannya punya kepiawaian dalam menjegal tim kuat, Solskjaer telah melihat sejumlah pemain lawan yang berpotensi mengganggu langkah MU di Stadion King Power nanti. Ia melihat Jamie Vardy, Demarai Gray, James Maddison, dan Marc Albrighton sedang dalam performa terbaik.

Oleh karena itu, Solskajer mengungkapkan anak asuhnya harus tampil bagus. Hal itu wajib dilakukan agar bisa lolos ke Liga Champions musim depan. "Jika kami bermain dengan gaya yang benar, saya yakin kami akan mendapatkan poin yang dibutuhkan (untuk lolos ke Liga Champions) jelang akhir musim," ujar Solskjaer.

Sementara itu, di pihak tuan rumah, Puel tidak mau terlalu jemawa tentang anggapan timnya sebagai pembunuh tim besar. Pelatih asal Prancis tersebut tidak puas karena posisi Leicester City masih sulit menembus zona Liga Europa. Leicester bercokol di peringkat 11 dengan nilai 32 hingga pekan ke 24 Liga Primer Inggris.

Menurut Puel, harusnya Jamie Vardy dan kawan-kawan bisa lebih konsisten setiap pekan. "Saya ingin Leicester kembali memperlihatkan karakter (mental kuat di hadapan tim besar). Apalagi kami akan main di kandang," ujar Puel, dikutip dari the Sportsman.

Data dan Fakta

1 Leicester hanya memenangkan satu dari 12 laga kandang terakhir melawan MU. Rinciannya menang satu kali, kalah tujuh kali, dan imbang empat kali. Kemenangan terakhir hadir pada September 2014 dengan skor 5-3.

16 MU memenangi 16 dari 20 laga terakhir mereka menghadapi Leicester di semua ajang. Empat laga lainnya berakhir seri tiga kali dan kekalahan sekali.

24 MU Satu-satunya tim yang pemainnya selalu mendapatkan kartu kuning di setiap pertandingan.

13 Leicester dan MU terpaut 13 angka di papan klasemen. Leicester di peringkat ke-11 dengan 32 angka, sedangkan MU di posisi keenam dengan 45 angka.

Lima pertemuan terakhir

11/08/18 Manchester United 2 - 1 Leicester City

24/12/17 Leicester City 2 - 2 Manchester United

26/08/17 Manchester United 2 - 0 Leicester City

05/02/17 Leicester City 0 - 3 Manchester United

24/09/16 Manchester United 4 - 1 Leicester City