BREAKINGNEWS.CO.ID - Muhammad Subhan Faidasa, namanya mulai terkenal di kancah futsal Indonesia sejak menjadi top scorer Liga Mahasiwa (Lima) 2015. Mengenal futsal sejak Sekolah Menengah Atas (SMA), Subhan perlahan-lahan menjajaki takdirnya sebagai pemain futsal profesional.

Awal mula cerita hebat itu berawal dari STIE Ekuitas Bandung yang berlaga di Lima. Subhan mengakui, Lima menjadi awal mula mengkilap karirnya. Bahkan, ia tak bisa menampik jika tak ada Lima, mungkin ceritanya akan berbeda. "Menurut saya Lima luar biasa ya,"kata Subhan kepada Breakingnews.co.id, saat ditemui di GOR UNY, Yogyakarta, Kamis (8/11/2018).

Subhan saat berduel dengan dua pemain Kamboja (Foto: Dok. Robbi Yanto/breakingnews.co.id)

"Turnamen skala universitas, tapi dikonsep dengan luar biasa. Hampir sama seperti profesional. Bagus banget buat mengembangkan potensi mahasiswa menjadi pemain futsal profesional. Awalnya mungkin karena bermain di Lima. Kalau tidak ada Lima mungkin saya tidak ada disini dan ceritanya berbeda," imbuh pemain kelahiran 4 Juli 1994 itu.

Dari situ, bakatnya terpantau oleh pelatih Panca Fauzi. Subhan pun dibawa Panca bermain di Porda kota Bandung, Futsal Kota Bandung di FSL 2015. Setahun kemudian, Subhan dipercaya bermain untuk Jawa Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Panca ternyata tak salah pilih, Muhammad Subhan dan kawan-kawan menyegel medali emas setelah mengalahkan Maluku Utara pada babak final.

"Dari situ saya dibawa ke PON Jawa Barat 2016 dan Alhamdulillah mendapat medali emas. Terus selama di PON Jabar Alhamdulillah saya berkembang di bawah pelatih Panca," ujarnya.Cerita itu berlanjut, Subhan pindah dari Futsal Kota Bandung ke Biangbola selama dua tahun. Prestasi tertingginya, ia sukses membawa Biangbola peringkat ketiga Pro Futsal League 2016 usai menang adu penalti atas BJL 2000. "Dua tahun di sana, saya pindah ke Blacksteel," ucap Subhan.

Muhammad Subhan Faidasa pernah menjadi top scorer Lima 2015 
(Foto: Dok. Robbi Yanto/breakingnews.co.id)

Setelah itu pada 2017, kemampuan Subhan terpantau oleh pelatih Timnas Futsal Indonesia saat itu yakni Vic Hermans. Dia pun masuk dalam skuat Timnas Indonesia di SEA Games 2017. Gayung bersambut, menjadi pencetak gol pertama timnas futsal Indonesia di SEA Games 2017. Yang menarik, gol Subhan diciptakan di laga kontra Thailand yang merupakan unggulan futsal Asia. Balik badannya mengecoh pemain belakang Thailand dan sepakannya gagal dihadang kiper lawan.

Bukti dari skillnya yang mumpuni, Subhan tak tergantikan meski pelatih Futsal Indonesia berganti kepada Kensuke Takahashi. Dia tetap menjadi andalan. Kini, Subhan pun tengah berjuang bersama Timnas Indonesia di AFF Futsal 2018. Skuat Garuda telah melangkah ke babak semifinal, dan akan berhadapan dengan Thailand di GOR UNY, Yogyakarta, Jumat (9/11).

Subhan Pernah membawa Jawa Barat meraih medali emas PON Jabar 2016
(Foto: Dok. Robbi Yanto/breakingnews.co.id)

Subhan pun memiliki slogan sendiri untuk hidupnya yang mungkin bisa diterapkan oleh anak-anak muda Indonesia lainnya. Ia meyakini bahwa apapun usahanya pasti akan ada hasilnya. Baginya, yang terpentin adalah bekerja keras. "Anak muda jalani saja dengan maksimal. Karena setiap usaha pasti selalu ada hasilnya. Kalau memang ingin jadi pemain futsal, jangan berikir setengah-setengah. Karena seperti yang saya jalani dengan teman-teman lainnya, alhamdulillah futsal bisa menghidupi," ungkap anak pertama dari dua bersaudara itu.

Kalau memang teman-teman ingin di futsal. Lakukan, semangat, kerja keras, dan menambah latihan biar kerja keras kita melebihi orang lain," pungkasnya.