BREAKINGNEWS.CO.ID -- Koalisi partai politik pendukung pemerintah akan menjaga soliditas dukungannya kepada Presiden Joko Widodo untuk dapat melewati krisis selama pandemi Covid-19. 

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam webinar "Global Economy Outlook”, Selasa (16/6/2020) malam di Jakarta. 

Lewat pertemuan virtual dengan seluruh Duta Besar atau perwakilan Duta Besar Negara Sahabat dan Organisasi Internasional di Indonesia itu, Airlangga menyatakan jika koalisi pemerintah saat ini sudah lebih dari 65 persen. Partai politik yang berdiri di belakang presiden akan terus menjaga  soliditas dukungannya untuk membuat Indonesia dapat melewati krisis ini dan membuat situasi politik lebih stabil dan tidak berlarut-larut.. 

“Ketika Anda memiliki krisis ekonomi seperti apa yang terjadi hari ini, yang paling penting untuk dilakukan adalah keselamatan rakyat Indonesia dan terutama  untuk menjaga kebutuhan rakyat terpenuhi. Peran partai politik, adalah untuk memastikan kebijakan pemerintah dan jaring pengaman sosial   diterima oleh rakyat. Selain itu  agar masyarakat terkompensasi dengan bansos sehingga  mempunyai daya beli. Kami memastikan bahwa Indonesia selama periode ini akan stabil secara politik,” ungkap Airlangga saat menjawab pertanyaan dari Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket.  Ia  juga menyatakan optimismenya, jika Indonesia akan melalui semua ini dengan baik, .  

Selain itu  juga muncul pertanyaan dari Dubes Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar, tentang rencana pemerintah untuk meluncurkan Omnibus Law (RUU Cipta Kerja). 

“Tentang Omnibus Law saat ini sudah dibahas di parlemen (DPR) dan sudah terdapat beberapa pasal yang sudah dibahas dan saat ini beberapa detil pasal tersebut tengah dibahas. Pemerintah dan parlemen  segera menyelesaikannya,” ungkap Airlangga. 

Dalam pertemuan itu Menko Perekonomian juga menyatakan jika pemerintah saat ini akan membuka Era Normal Baru untuk Jakarta. Keputusan itu dilakukan setelah melihat data perkembangan Covid-19 di ibu kota yang tidak lagi mengalami pelonjakan. Pemerintah sendiri siap kembali me-restart perekonomian nasional.