BREAKINGNEWS.CO.ID - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bebas dari rumah tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada 24 Januari 2019. Spekulasi pun bermunculan, bahwa Ahok akan segera ditarik masuk ke tim Jokowi-Ma'ruf Amin setelah menyelesaikan masa pidananya akibat kasus dugaan penistaan agama.

Mantan Sekretaris Tim Pemenangan pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017, Ace Hasan Syadzily, mengatakan, hingga saat ini ‎belum ada pembahasan mengenai Ahok di internal tim pemenangan. "Sejauh ini belum ada pembahasan," ujar Ace Kamis (13/12/2018).

Ace mengaku baru menyambangi Mako Brimob untuk bertemu Ahok. Dalam pertemuan itu, ucap Ace, Ahok masih enggan membicarakan politik. Justru, Ahok sedang ingin menikmati hidup selepas bebas dari tahanan.

"Kalau saya keluar saya menikmati hidup," ujar Ace menirukan ucapan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Tidak ada pembicaraan mengenai politik pada pertemuan itu. Belum ada pembicaraan soal politik. Karena beliau merasa bahwa ingin menikmati hidup sebagai halnya manusia biasa, setelah ditahan dua tahun," tutur Ace.

Ahok ditahan di Rutan Salemba cabang Mako Brimob setelah Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis ia bersalah karena dianggap menistakan agama. Majelis hakim memvonis Ahok 2 tahun penjara pada 9 Mei 2017. Pangkal persoalannya adalah pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang menyinggung Al Maidah ayat 51.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayat mengatakan, apabila Ahok ingin kembali terjun ke politik, maka partai yang dipilih adalah PDIP. Alasannya Ahok memilih PDIP karena partai yang dinakhodai oleh Megawati Soekarnoputri ini konsisten dalam memperjuangkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.