BANDUNG - Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok batal hadir untuk saksi dalam persidangan kasus pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani di Gedung Dinas Perpustakaan serta Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram Kota Bandung, Selasa (8/8/2107).

Ahok sebelumnya akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) jadi saksi yang memberatkan Buni Yani.

“Sudah kita usahakan, tapi beliau tidak bisa hadir serta sudah ada surat dari ketidaksediaan untuk hadir. Dari pihak lapas juga telah ada surat,” kata Ketua Tim JPU, Andi M Taufik saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa pagi.

Andi menambahkan, meski Ahok tidak hadir, keterangan Ahok tetaplah dihadirkan dalam persidangan.

“Ahok sudah diambil sumpah di depan penyidik. Ini sama nilainya dengan hadir. Kita rencananya ingin membacakan BAP Ahok yang diambil penyidik,” katanya.

Jika majelis hakim memberi kesempatan untuk membacakan BAP Ahok, lanjut Andi, jadi mantan gubernur DKI Jakarta itu tidak perlu lagi dipanggil jadi saksi pada persidangan selanjutnya.

Selain Ahok, pada persidangan hari ini, JPU akan menghadirkan dua saksi lainnya, yaitu saksi ahli pidana bernama Dr Effendy serta saksi ahli IT bernama Teguh.