HONG KONG--Seorang aktivis demokrasi veteran di Hong Kong mengatakan bahwa dia diculik, dipukuli dan disiksa oleh agen dari Cina daratan. Perlakuan didapat setelah ia mencoba untuk menghubungi janda pemenang hadian nobel perdamaian Liu Xiaobo, seperti dilansir BBC  Sabtu (12/8/2017).

Aktivis bernama Howard Lam, dalam lama Facebooknya akhir Juli dia telah mendapatkan foto yang ditandatangani pemain sepakbola Barcelona Lionel Messi. Ia bermaksud untuk mengirimkan kepada Liu sebagai ucapan duka cita. Liu Xiaobo meninggal akibat kanker hati pada bulan Juli merupakan seorang penggemar berat Lionel Messi.

Lam mengatakan bahwa dia menerima telepon dari seorang kenalan lama yang bekerja untuk Dinas Keamanan China yang memperingatkannya untuk menjauh dari Liu yang sedang berada di dalam tahanan rumah. Lalu Lam diculik pada Kamis siang di lingkungan ramai Mongkok, Hong Kong oleh orang-orang tak dikenal yang berbicara menggunakan Bahasa Mandarin tapi dengan dialek yang tidak biasa di Hong Kong yang berbahasa kanton.

Mereka ingin mengingatkan begitu banyak orang bahwa jika anda tidak mencintai Cina, pemerintah Anda, mungkin Anda memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu seperti ini.

Lam juga mengatakan bahwa dia telah dibuat tak sadar dengan menggunakan bahan kimia di hidung dan dimulutnya. Setelah sadar ia kembali dipukuli di sekitar tubuh serta disiksa menggunakan stapler. Orang-orang tak dikenal tersebut mengejeknya, dan mengatakan bahwa mereka membuat tanda silang dengan bahan logam karena aktivis tersebut beragama Kristen. Akhirnya Lam kembali pingsan.

Ketika tersadar saat tengah malam, Lam mendapati dirinya berada di sebuah pantai di Hong Kong timur dan berada di dalam taksi. Hal pertama yang dilakukan pada Jumat pagi adalah memberikan sebuah konferensi pers sebelum dia pergi ke rumah sakit untuk melakukan perawatan. Di sana ia justru diinterogasi oleh petugas polisi. Ketika ditanya, komisarin polisi Stephen Lo mengatakan tuduhan tersebut serius dan saat ini sedang dalam penyelidikan.

Lee Cheuk-yan, mantan anggota parlemen yang membawa Lam ke rumah sakit mengatakan kepada BBC bahwa ini adalah kasus yang sangat aneh dengan motif yang tidak jelas. “Entah mereka mencoba untuk memperingatkan orang-orang Hong Kong, atau mereka mencoba membuat masalah,” tambahnya.

Dia mengakui bahwa dia tidak tahu pasti siapa mereka itu. Namun menduga bahwa siapa pun yang memerintahkan penculikan berada di daratan China. Media Hong Kong telah membandingkan kasus ini dengan misteri lima penjual buku Causeway Bay, yang salah satunya diduga dari Hong Kong.

Kasus tersebut dan hilangnya konglomerat Tionghoa yang sama misterius, menimbulkan kekhawatiran yang meluas mengenai kebangkitan pengaruh Cina di Hong Kong.

BREAKINGNEWS.CO.ID