BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemerintah melalui Bank Indonesia, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan instrumen keuangan dengan imbal hasil menarik agar dana repatriasi amnesti pajak setelah periode penguncian dana  berakhir, tetap berada di dalam negeri. Namun bentuk dan seperti apa bentuk instrument tersebut belum akan dilansir dalam waktu dekat.

Mengutip wawancara Antaranews.com Sabtu (12/1/2018) dengan Deputy Gubernur Bank Indonesia, Budi Waluyo, BI bersama Kemenkeu dan OJK tengah bekerja untuk menyiapkan  semua hal tersebut.

Budi belum bersedia membuka apapun informasi tentang instrument yang tengah disiapkan secara bersama oleh ketiga lembaga tersebut. “Pasti imbal hasilnya akan menarik sehingga dana repatriasi tetap berada atau beredar di pasar keuangan domestik yang itu pasti dengan return yang bagus,”ujar Budi.

Pada bagian lain, kondisi fundamental ekonomi dalam negeri yang relatif kuat seperti saat ini diyakini Budi akan membuat pemilik dana repatriasi tersebut  tidak akan secara gegabah membawa keluar dana mereka yang ada di pasar keuangan dalam negeri.

Itu tak lain karena saat ini  imbal hasil instrumen keuangan pasar domestik  juga sudah menarik, ditambah dengan parameter fundamental ekonomi domestik yang terus membaik.

Selain itu, sebagian dari dana repatriasi yang berhasil dihimpun pada 2016 lalu itu juga sudah disalurkan untuk pembiayaan dan investasi di sektor riil. Sedangkan sebagian lainnya ditempatkan di instrumen investasi portofolio. "Kami cukup percaya diri serta yakin bahwa dana tersebut tidak akan kemana-mana”tegasnya,

Dana repatriasi yang dimaksud Budi adalah hasil dari  program amnesti pajak pada pertengahan 2016 dan berlangsung selama sembilan bulan hingga Maret 2017. Dalam program tersebut, pemerintah menawarkan tarif tebusan atau tarif pengampunan yang lebih rendah jika wajib pajak (WB) mau melakukan repatriasi atau memulangkan asetnya  yang berada di luar negeri.

Dari periode itu, Indonesia berhasil mengumpulkan dana repatriasi sebesar Rp147 triliun. Dana repatriasi itu masuk melalui bank yang bertindak sebagai pintu masuk atau bank persepsi. Bank tersebut juga memiliki tugas untuk menerima biaya tebusan atas deklarasi aset oleh wajib pajak.

Dana repatriasi amnesti pajak yang masuk ke sistem perbankan akan berada dalam periode lock up atau penguncian dana di sistem keuangan domestik dengan jangka waktu tiga tahun sejak masuknya dana tersebut di periode September 2016 hingga Maret 2017.

Setelah periode lock up berakhir, ada risiko dana tersebut ditransfer kembali ke luar negeri. Jika risiko itu terjadi, maka akan terjadi perpindahan dana yang akan menimbulkan tekanan di sistem keuangan.