BREAKINGNEWS.CO.ID – Gairah Andi Darussalam Tabusalla pada sepak bola, tak pernah punah. Meski sempat vakum selama beberapa tahun dari hingar bingar di PSSI, sejatinya mantan manajer timnas Indonesia ini selalu memantau denyut nadi olahraga kulit bundar di Tanah Air.

Kini setelah dirasa baginya cukup hanya menjadi penonton di pinggir lapangan, maka ADS, begitu sapaannya, ingin kembali turun gunung. ADS yang juga mantan Presdir PT Liga Indonesia itu, mantap ingin meramaikan pemilihan anggota Komite Eksekutif PSSI, tahun depan.

Ada banyak alasan yang membuatnya ingin kembali “merumput” di PSSI. “Pertama saya ingin membenahi pembinaan sepak bola nasional. Selama ini saya melihat kompetisi hanya dijadikan ajang untuk tontonan saja. Pembinaan sepertinya kurang mendapat porsi yang pantas. Ini sebuah kesalahan, karena semua pembinaan dan kompetisi itu ujungnya adalah prestasi timnas,” kata ADS.

Ia berharap ke depan kompetisi nasional bisa tetap bergairah namun prestasi timnas juga menonjol. “Sekarang untuk menembus final Piala AFF saja sudah sulit. Ini sebuah kemunduran,” ujar manajer yang membawa timnas tampil di final Piala AFF 2010 dan membawa Garuda Mrah Putih meraih kemenangan pertama di Piala Asia 2004.

Selain, prestasi timnas yang mesti didongkrak, ADS juga melihat adanya isu-isu match fixing yang harus diberantas. “Match fixing kalau memang ada harus dibersihkan, tapi kalau tidak ada jangan dibuat heboh, seakan-akan sepak bola kita kiamat. Entertain dalam sepak bola itu perlu, pendanaan dari sponsor juga demikian. Namun semua harus pada jalur yang benar dan tempat yang tepat,” kata ADS.

Selain itu, ADS juga berharap sepak bola tidak lagi dijadikan kendaraan politik atau bahkan dipolitisasi. “Sepak bola harus diurus oleh orang-orang yang memang benar-benar paham dan mengerti sepak bola. Bukan oleh petualang-petualang yang hanya memanfaatkan sepak bola demi kepentingan jangka pendeknya,” ungkap ADS.

Bagi ADS, PSSI perlu kembali menegakkan peraturan dan aturan main yang sudah disepakati bersama. Mantan Ketua Komisi Disiplin PSSI juga menyoroti masih adanya oknum-oknum pengurus PSSI yang bermain-main dengan masalah kedisiplinan.

“Jangan pernah main-main dengan aturan yang sudah dibuat dan disepakati bersama. Ini dulu selalu saya tekankan kepada klub saat pertemuan manajer sebelum kompetisi. Jika sudah sepakat, mari bermain dengan aturan yang benar,” tutur ADS.