BREAKINGNEWS.CO.ID - Musisi Ahmad Dhani mengajak kepada seluruh masyarakat Surabaya untuk berbondong-bondong menghadiri Kampanye Akbar capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Delta Sidoarjo, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) (31/3/2019).

Ajakan itu disampaikan Dhani lewat rekaman suara yang diterima wartawan dari juru bicaranya, Lieus Sungkharisma, Sabtu (30/3/2019).

Menurut Lieus, suara Ahmad Dhani itu direkam oleh pengacaranya dari ruang tunggu Pengadilan Negeri Surabaya usai sidang pada Rabu (28/3/2019) lalu.

Dalam rekaman suara tersebut, Caleg Partai Gerindra dari Jawa Timur ini juga menyerukan kepada seluruh rakyat yang menginginkan adanya perubahan di negeri ini agar datang ke TPS pada 17 April 2019 untuk menyalurkan hak pilihnya bagi Prabowo-Sandi.

“Mas Dhani mengajak rakyat yang menginginkan pemimpin yang siddiq, amanah, tabligh, Fathonah sehingga tidak ada lagi penistaan agama dan fitnah kubro 2019, untuk datang beramai-ramai ke Stadion Delta Sidoarjo dalam kampanye akbar Prabowo Subianto tersebut,” ujar Lieus.

Koordinator Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi ini menambahkan, dengan rekaman tersebut Ahmad Dhani tidak hanya menunjukkan bahwa dia tidak menyerah dengan fitnah yang kini menimpanya, tapi juga ingin agar rakyat Indonesia, khususnya di Jawa Timur, mengetahui betapa fitnah kubro itu sedang terjadi dan menimpa Indonesia.

"Secara fisik mas Dhani memang nampak tidak sehat. Kondisinya di dalam penjara memprihatinkan. Tapi semangatnya untuk Indonesia yang merdeka dalam arti sebenar-benarnya, sangat luar biasa. Semangat mas Dhani itu membuat kita yang kini berada di luar penjara seharusnya malu," ungkap Lieus.

Selain itu, Ahmad Dhani juga ingin memberitahu rakyat soal berbagai fitnah yang menghantam Prabowo-Sandi, yang sengaja disebarkan pihak-pihak tak bertanggungjawab itu. Beberapa fitnah dimaksud seperti, menyebut kalau Prabowo Subianto menjadi presiden NU akan dibubarkan, tahlilan akan dilarang dan mauludan akan dihapus.

"Bahkan yang lebih keji lagi, fitnah itu mengatakan di belakang pak Prabowo ada kelompok radikal dan teroris. Inilah fitnah kobro 2019,” kata Lieus menirukan ucapan Dhani.

Padahal, tambah Lieus, semuanya itu adalah fitnah dan hoaks.  “Mas Dhani menyebutnya sebagai berita bohong yang sengaja disebar oleh orang-orang yang selama ini menjadi penjilat pemerintah dan mengemis-ngemis jabatan karena mulutnya terus minta disuapin APBN,” jelas Lieus.

Sementara itu, mantan Menko Kemaritiman yang juga mantan demonstran era Orde Baru, Rizal Ramli, mengaku sedih dan prihatin atas apa yang dialami Dhani. Rizal mengungkapkan hal itu usai membesuk Dhani di Rutan Kelas I Surabaya, Sabtu (30/03).

"Saya tidak mengira di era reformasi ini ada perlakuan rezim yang seperti ini. Memenjarakan orang karena mengekspressikan pikiran dan pendapatnya. Ini melebihi apa yang terjadi di masa orde baru. Sungguh dzalim," tegas Rizal Ramli.